RDT Antigen Sempitkan Ruang Gerak Masyarakat Maluku

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON -Penerapan Rapid Diagnosis Tes (RDT) Antigen sebagai syarat seseorang melakukan perjalanan antar kabupaten dan provinsi, mampu mempersempit ruang gerak masyarakat Maluku, dalam situasi pandemi Covid-19.

Padahal sebelumnya, walaupun dimasa pandemi, mobilisasi masyarakat Maluku bepergian antar kabupaten atau provinsi, cukup tinggi lantaran syarat yang harus dipenuhi pelaku perjalanan, hanyalah Rapid Tes Antibodi, bukan Antigen. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku, Meikyal Pontoh, saat diwawancarai wartawan di Kantornya, Kamis (18/3), mengaku, kondisi ini menguntungkan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran corona.

“Mobilisasi warga yang bepergian juga berdampak terhadap penyebaran virus corona. Saat ini, dengan diterapkannya RDT Antigen, secara tidak langsung telah mempersempit ruang gerak masyarakat, “kata Pontoh. 

Menurut Pontoh, sejak diterapkan RDT Antigen sebagai syarat melakukan perjalanan antar kabupaten dan provinsi, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Maluku, telah mengalami penurunan. 

“Penerapan RDT Antigen jadi salah satu indikator peningkatan jumlah pasien sembuh. Dari data terakhir yang masuk, pasien sembuh itu ada 6.662 orang, atau 91,7 persen paling tinggi melebihi jumlah nasional,” jelasnya. 

Tidak hanya itu, angka kematian di Provinsi Maluku sendiri,  merupakan terendah secara nasional, dengan presentasi 1,5 persen. “109 orang yang meninggal akibat corona di Maluku, merupakan jumlah yang paling sedikit se-Indonesia untuk skala Provinsi, “ katanya. 

Selain RDT Antigen, lanjut Pontoh, indikator lain yang menyebabkan peningkatan angka kesembuhan serta turunnya jumlah pasien meninggal di Maluku, adalah penerapan Protokol Kesehatan yang saat ini sudah menjadi gaya hidup baru masyarakat. 

“Selain itu, dampak dari vaksinasi dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi indikator utama. Ditambah lagi, Pemerintah Kabupaten/kota yang ada di Maluku sangat gencar melakukan sosialisasi terhadap Protokol Kesehatan, “ jelasnya. 

Ditambahkan Pontoh, seperti Kota Ambon, saat ini merupakan wilayah yang paling gencar melakukan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan, serta mewajibkan seluruh elemen terlibat langsung dalam proses vaksinasi Covid-19. 

“Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon, seperti mewajibkan Supir Angkot dan Pedagang pasar mengikuti vaksinasi, merupakan salah satu indikator Maluku dapat meningkatkan angka kesembuhan dan mengurangi jumlah terkonfirmasi, “ tutupnya. 

Untuk diketahui, data terakhir dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Maluku, ada terjadi penambahan 14 pasien positif corona, per tanggal 17 Maret 2021, sehingga jumlah kasus terkonfirmasi positif corona di Provinsi Maluku, tercatat sebanyak 7,214 orang. (KTE)

Komentar

Loading...