Delapan Bulan Buron, Empat Tersangka Bentrokan Liang Belum Ditemukan

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Pihak kepolisian pada jajaran Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease masih terus melakukan pengejaran terhadap empat warga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Mereka adalah JT alias Wan, RS alias Ary, MT alias Maskuri dan BS alias Atam. Empat tersangka ini terlibat kasus konflik bersaudara di Negeri Liang Agustus 2020 lalu. 

“Empat orang ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Sampai saat ini belum ditemukan. Tapi pihak kepolisian terus melakukan pencarian,” kata Kabbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Izack Leatemia kepada Kabar Timur, Kamis (18/3). 

Dia mengatakan, awalnya yang masuk dalam DPO sebanyak lima orang. Namun, tersangka berinisial AT sudah ditahan Februari 2021 lalu dan menjadi tanggungjawab Polsek Salahutu.  “Awalnya khan lima orang. Tapi yang berinisial AT sudah ditemukan dan ditahan di Polsek Salahutu,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka kasus bentrokan antar kelompok warga di Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Enam diantaranya telah mendekam di penjara Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Sementara lima tersangka lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Sudah enam orang tersangka yang ditahan. Sementara masih tersisa lima orang lagi yang kami masukan dalam daftar DPO,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang dalam konferensi pers di ruang utama Polresta Ambon, Selasa (12/1).

Menurutnya, lima dari enam orang yang sudah ditahan merupakan tersangka pembakaran empat unit rumah warga Liang pada 4 Januari 2021 lalu. Sementara satu lainnya adalah pelaku konflik di tahun 2020 yang sebelumnya merupakan DPO.

“Lima orang itu pelaku kasus pembakaran rumah di awal tahun 2021. Mereka AL alias Asri, Upi, Ozan dam tiga lainnya masih dibawah umur. Sementara yang satunya, awalnya dia adalah DPO, berhasil ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka,” jelas eks Kapolres Pulau Buru ini.

Pelaku yang masuk DPO inisial JT alias Wan, RS alias Ary, MT alias Maskuri, BS alias Atam dan AT. (KTY)

Komentar

Loading...