Malteng Butuh SDM Berjaringan

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON-Ketua Umum (Ketum) Lembaga Kajian Nawacita Republik Indonesia, Syamsul Hadi mengatakan, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku, memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai jaringan berskala nasional bahkan internasional, guna mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA). 

“Kabupaten Malteng itu kan, yang paling besar wilayahnya dibanding kabupaten/kota lainnya di Maluku. Tapi mengapa SDA disana belum mampu sejahterakan rakyatnya. Makanya untuk kembangkan semua itu, dibutuhkan SDM berkualitas dan berjaringan, “kata Syamsul, kepada Kabar Timur, via telepon seluler, Senin (15/3) kemarin.

Menurut Syamsul, agenda prioritas Nawacita di era kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo, adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalamkerangka negara kesatuan.

“Sudah ada program prioritas yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Namun, kalau tidak ada SDM unggul yang berjaringan di suatu wilayah, otomatis jaringan ke pusat tidak ada, dan pasti sulit untuk dijangkau seperti di Maluku Tengah,” paparnya. 

Regenerasi kepemimpinan yang ada di Maluku Tengah, lanjut Syamsul, mestinya harus memperhatikan kualitas jaringan nasional dan Internasional yang dimiliki oleh figur tertentu. Hal itu penting, dalam pemanfaatan SDA guna kesejahteraan rakyat. 

“Orang di Kabupaten Maluku Tengah, yang memiliki jaringan nasional bahkan internasional ini ada banyak, seperti Presiden Direktur PT. KOA Silalow Indonesia, pak Bujair Wasolo, jaringan nasionalnya luas, kalau di Internasional beliau sangat dekat dengan Korea. Mestinya yang kaya begini harus didorong memimpin daerah pinggiran seperti Maluku Tengah,”jelasnya.

Wilayah seperti Kabupaten Maluku Tengah, kata Syamsul, membutuhkan figur pemimpin yang memiliki pengalaman serta jaringan kuat di Pemerintah Pusat, guna mendukung program Indonesia maju. 

“ Bujair Silalow, hubungannya dengan Nawacita sangat bagus, kemudian beliau kan orang yang memiliki jaringan kuat hingga ke Korea. Jika figur seperti ini menjadi pemimpin di Maluku Tengah,  otomatis dia mampu mendatangkan investor untuk memanfaatkan SDA di sana demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat, “ paparnya.

Terpisah, Presiden Direktur PT. KOA Silalow Indonesia, Bujair Wasolo, yang dihubungi Kabar Timur, via telepon seluler, Senin kemarin mengaku, dirinya berencana maju dalam bursa Pemilihan Bupati Maluku Tengah mendatang. 

“Sebagai putra daerah Kabupaten Maluku Tengah, saya memang berencana maju dalam Pemilihan Bupati. Sasaran saya hanya satu, yakni memanfaatkan seluruh jaringan baik nasional maupun internasional yang saya miliki guna menunjang ekonomi masyarakat, “ jelasnya. 

Menurutnya, dengan jaringan yang dimiliki saat ini, dirinya sangat yakin seluruh SDA yang dimiliki oleh Maluku Tengah, akan dilirik oleh investor mancanegara terutama Negara Korea. “Saya sekarang berkantor di Kedutaan Besar Negara Korea. Hal ini juga sudah saya komunikasikan dengan  mereka, untuk ke depan bisa memasukkan investor Korea di Maluku Tengah,” ujarnya. 

Perkembangan ekonomi Kabupaten Maluku Tengah, lanjut dia, sudah harus lebih baik. SDA yang dimiliki mestinya harus mampu mensejahterakan masyarakat. “Saya tidak menyalahkan pemimpin lama atas kondisi ekonomi Maluku Tengah. Namun saya akan datang dengan konsep lain, yakni membuat ekonomi di sana lebih baik, dengan mengandalkan jaringan internasional yang saya miliki, “ jelasnya. 

Lebih lanjut, Bujair mengaku, hubungan baik antara dirinya dengan kedutaan besar Korea serta seluruh investor Korea yang telah berjalan baik sejak 2008 lalu hingga kini, akan berdampak signifikan bagi perkembangan ekonomi Maluku Tengah. 

“Tujuan saya mencalonkan diri sebagai bupati hanya satu, seperti yang saya katakan, yakni mengembangkan ekonomi masyarakat dengan cara memanfaatkan sumber daya alam, melalui jaringan internasional, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...