Program Community Cargo Hidupkan Masyarakat MBD

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Program community cargo yang dijalankan PT. Batutua Kharisma Permai - Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) di Lurang (Pulau Wetar), Maluku Barat Daya, Maluku menghidupkan masyarakat di kabupaten itu, baik dari sektor ekonomi maupun lainnya.

“Community cargo adalah layanan barang milik masyarakat lingkar tambang, dan BKP-BTR selalu menyediakan satu kontainer berukuran 20 feet yang khusus untuk menampung barang titipan masyarakat lingkar tambang di kapal landing craft tank,” kata humas BKP-BTR, Dino Musida yang dihubungi dari Ambon, Jumat.

Jadwal pelayaran kapal jenis LCT tersebut setiap sepuluh hari sekali dan biasanya mengangkut banyak kontainer dan barang lain, berlayar dari Kupang (NTT) ke Wetar, MBD. Menurut dia, suasana jalan utama Desa Lurang yang berada di sisi utara Pulau Wetar saat ini makin semarak dijejeri berbagai tempat usaha.

Berbagai tempat usaha masyarakat itu mulai dari warung penyedia kebutuhan rumah tangga, kedai makan, pangkas rambut hingga usaha perkayuan, dan keberadaan mereka juga melengkapi tempat-tempat usaha yang lain di bagian dalam permukiman.

Sebagian besar barang-barang tersebut merupakan hasil belanja dari Alor dan Kupang (NTT), dimana para pedagang itu pergi ke sana dengan menumpang kapal reguler. Sebagian lagi khusus dari Kupang yang datang dengan memanfaatkan program community cargo oleh BKP-BTR, perusahaan penambang dan produksi tembaga katoda yang berlokasi dekat Lurang.

Masyarakat lingkar tambang BKP-BTR terdiri dari warga di Desa Lurang dan Desa Uhak termasuk Dusun Kampung Baru. “Biasanya mereka memesan berbagai barang, baik untuk kebutuhan sendiri atau dagangan kepada distributor atau toko di Kupang, lalu barang dititipkan ke petugas dari BKP-BTR di Pelabuhan Tenau - Kupang,” ucap Dino.

Macam-macam barang yang masuk ke kontainer khusus itu seperti telur, beras, susu, makanan kecil, hingga kasur dan perabotan rumah, semen dan bahan bangunan lain. “Bahkan perabotan meja, kursi, lemari dan papan tulis untuk di sekolah juga diangkut,” katanya.

Layanan tersebut gratis dan bahkan setibanya di pelabuhan milik perusahaan, kontainer itu diantar ke Lurang dengan alat berat stucker, persisnya di dekat pelabuhan Jolor yang biasa disebut Greser agar lebih memudahkan para pemilik barang.

Mereka yang dari Lurang biasa menggunakan kendaraan roda tiga atau mobil pikup untuk membawa barangnya, sementara yang dari Uhak membawanya ke Jolor yang sudah siap. Sedangkan yang dari Kampung Baru diangkut dengan kendaraan angkutan masyarakat yang disediakan BKP-BTR. 

(AN/KT)

Komentar

Loading...