Aktivis: Ambon Butuh Kadisdik Berkualitas

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Biliau itu, pejabat Kepala Dinas Pendidikan. Bukan kepala dinas facebook. Mestinya dalam bermedsos biliau lebih mendidik.

Untuk menjadikan Kota Ambon Smart City (Kota Pintar), dibutuh orang-orang berkualitas mengisi kursi kepemimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lingkup Pemerintah Kota (Pemkot), salah satunya Jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). 

Pernyataan ini disampaikan salah satu aktivis mahasiswa yang juga Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Amalatu (IPMAL) Cabang Ambon, Alwi Pattimura, kepada Kabar Timur, Kamis (4/3). Menurutnya, pendidikan mungkin oke, tapi prilaku sehari-hari seorang pejabat juga harus jadi ukuran.

“Ini fakta ya, bukan saya  fitnah. Cara bermedsos  yang kerap saya ikuti Kadisdik Kota Ambon tidak etis dalam kaitan yang bersangkutan sebagai pejabat. Bermedsos dengan status aneh-aneh pada laman facebooknya, apa pantas?” tanya dia. 

Dengan begitu, lanjut dia, tipikal seperti ini sebetulnya sudah jadi olok-olokan, tapi sepertinya  yang bersangkutan entah punya rasa bahwa dirinya seorang pejabat itu disadari atau tidak, sebetulnya wartawan juga perlu bertanya.

 “Biliau itu, pejabat Kepala Dinas Pendidikan. Bukan kepala dinas facebook. Mestinya dalam bermedsos biliau lebih mendidik ketimbang buat status-status, seperti orang yang tidak berpendidikan. Coba anda (wartawan) ikuti status-status facebooknya,”  sentil dia. 

Apa yang ditunjukan, menurutnya seperti bukan seorang pejabat yang bergelar doktor. “Saya kalau baca status-statusnya tak habis pikir.  Apakah etika seperti itu masih layak menyandang  jabatan Kepala Dinas Pendidikan,” tanya dia.

Dikatakan, perkembangan pendidikan di Kota, menjadi hal  serius dan penting diperhatikan bila ingin Ibukota Maluku itu, jadi Smart City. “Namanya Kota Pintar, berarti berkaitan erat dengan pendidikan.  Yang kita lihat sektor pendidikan tidak mengalami kemajuan. Apakah tujuan menjadi smart city bisa tercapai, kan tidak mungkin, “ katanya. 

Baik buruknya perkembangan pendidikan di suatu tempat, lanjut Pattimura, tergantung dari kinerja Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) tempat itu sendiri.  Kota Ambon,  Kepala Disdikbud Ambon, Fahmi Sallatalohy, tidak memiliki peran apa-apa menunjang Kota bertajuk “manise” ini sebagai Smart City seperti yang diharapkan. 

“Kepala Disdikbud Kota Ambon, kalau saya lihat tidak miliki kontribusi apapun untuk program Smart City. Kabar-kabar beredar di berbagai media juga , kinerja Fahmi Sallatalohy selalu dikritik lantaran tidak sesuai ekspektasi, “ paparnya. 

Dia menambahkan, seperti  tertera dalam pemberitaan Media Cetak Harian Kabar Timur Ambon, mengenai  biaya hidup 20 calon guru masa depan, yang sedang menempuh pendidikan di Surya Institut, Tangerang-Banten, belum dibayar tiga bulan, perlu digaris bawahi. 

“Perlu digaris bawahi, belum dibayarnya biaya hidup 20 orang itu selama tiga bulan, menandakan Kepala Disdikbud Ambon, tidak pernah mendukung pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Pendidikan, “ tegasnya. 

Lebih lanjut, Pattimura mengatakan, walaupun telah disediakan sarana-prasarana menunjang Ambon sebagai smart city, seperti pemasangan WiFi Gratis di berbagai lokasi, namun SDM pendidikan tidak diperhatikan hasilnya sia-sia. 

“Walaupun kita memiliki infrastruktur menunjang smart city, namun SDM tidak diperhatikan, otomatis semuanya sia-sia.  Intinya Kota Ambon butuh Kadisdik berkualitas, dan mampu menciptakan inovasi baru yang mampu memberikan edukasi positif berjangka panjang dalam setiap program, “jelasnya.

Walikota Ambon, kata Pattimura,  harus lebih jeli dalam melihat situasi pendidikan Kota Ambon, yang saat ini berjalan ditempat. Evaluasi,  terhadap kinerja Fahmi Sallatalohy mesti dilakukan. 

“Dari aspek toleransi dan kebijakan, Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Syarif Hadler bagus. Hanya saja, mengapa tidak pernah mencoba meningkatkan mutu pendidikan, yang telah gagal dikembangkan Kadisdik saat ini. Banyak orang berkualitas untuk mengisi posisi Kadisdik, harusnya ini jadi perhatian serius, “jelasnya.

Diakhir masa jabatan Richard -Syarif Hadler, masih tetap mempertahankan Fahmi Sallatalohy sebagai Kepala  Disdikbud Kota Ambon, otomatis hal itu akan menciderai kesuksesan kepemimpinan selama ini.  

(KTE)

Komentar

Loading...