Tiga Bulan Pauki Sangadji Belum Ditemukan

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON- Hampir tiga bulan keberadaan Pauki Mocal Sangadji alias Kipo masih misterius. Pria lajang berusia 23 tahun itu dilaporkan hilang sejak 12 Desember 2020. 

Terakhir terlihat Kipo berada di kawasan Air Besar, Desa Batu Merah, Kota Ambon. Dia menghadiri pesta joget di kawasan itu yang berujung penganiayaan terhadapnya. Setelah itu, Kipo lenyap bagaikan ditelan bumi. Kasus hilangnya Kipo telah dilaporkan keluarganya ke Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease pada 17 Desember 2020. Polisi telah bergerak melacak keberadaan pria berdarah Ruhumoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah ini, tapi belum juga ditemukan.

Penyidik Polresta juga telah memeriksa dua orang saksi yang melihat Kipo dianiaya oleh orang tidak dikenal saat pesta joget di Arbes, tapi hasilnya tetap nihil. 

Di kota Ambon, Kipo menetap di kediaman saudaranya di kawasan Pandan Kasturi. Hampir tiga bulan Kipo belum ditemukan, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Negeri Rohomoni mendatangi Mapolda Maluku, pekan kemarin.

Mewakili Kapolda Maluku Irjen Pol, Refdi Andri, mereka ditemui Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat. 

Koordinator Alansi Mahasiswa dan Pemuda Negeri Rohomoni, Hady Hemas Sangadji mengatakan, audiens bersama pejabat Polda Maluku itu untuk mengetahui perkembangan kasus penganiayaan dan hilangnya Kipo Sangadji di Kota Ambon.

“Dari pertemuan itu harapan kami, Polda Maluku dan Polresta Ambon terus melakukan upaya hukum dan segera merealisasikan tuntutan yang kami sampaikan,” kata Hady kepada Kabar Timur melalui pesan whatsapp, Minggu (28/2).

Dia menegaskan kasus ini menjadi hal yang sangat krusial dan sangat penting untuk difokuskan penanganannya agar keluarga Kipo mendapat kepastian hukum. Dan mendesak polisi mengusut kasus penganiayaan dan hilangnya Kipo. 

“Kami menaruh harapan besar kepada bapak Kapolda Maluku dan Kapolresta Pulau Ambon untuk secepatnya kasus ini ditindaklanjuti lebih serius. Saya percayakan tugas ini semoga dilancarkan dan diridohi Allah SWT,” ujar dia.

Keseriusan polisi menangani kasus yang berkaitan dengan Kipo ini menurut Hady agar tidak memunculkan kecurigaan di masyarakat terhadap terduga pelaku dan menjaga Kambtibmas. “Pihak keluarga korban  berharap secepatnya mendapat kabar baik dari polisi tentang keberadaan korban,” kata Hady.

Dia menyampaikan dalam pertemuan itu, Polda Maluku melalui Kabid Humas berjanji  menindaklanjuti kasus penganiayaan dan hilangnya Kipo. “Pak Kabid Humas berjanji menyampaikan audiens kami kepada Pak Kapolda Maluku. Beliau juga berjanji polisi akan menindaklanjuti penanganan kasus tersebut,” tukasnya. 

POLISI LACAK

Setelah dilaporkan, Polresta Pulau Ambon melacak keberadaan Kipo. Polisi telah mencari nama korban di daftar manifest penumpang pesawat dan kapal untuk mengetahui apakah korban keluar daerah.

“Dari pelabuhan juga kami masih coba cek daftar manifest kapal Pelni dan kapal angkutan juga kami masih cek. Sementara belum dapat hasilnya. Tapi dari pelabuhan sampai tanggal 7 Januari 2021 itu tidak ada yang bersangkutan membeli tiket pesawat,” kata Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang di Ambon pada 13 Januari 2021.

Dugaan korban diculik, Leo belum dapat memastikan. Leo mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang ada. Polisi serius menangani kasus Kipo. 

“Kemungkinan bisa saja yang bersangkutan juga menghilang atau bisa juga hilang. Tapi sampai saat ini juga kami masih melakukan upaya penyelidikan. Mencari keberadaan yang bersangkutan,” kata eks Kapolres Pulau Ambon ini. (KT)

Komentar

Loading...