Pekan Ini Polisi Periksa Odie Orno

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ditreskrimsus Polda Maluku mengagendakan pemeriksaan mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Barat Daya Desianus Orno.

Adik kandung Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno yang biasa disapa Odie ini terjerat korupsi pengadaan empat unit speedboat tahun 2015 senilai Rp 1.524.600.000.

Penyidik Ditreskrimsus menjadwalkan pemeriksaan Odie pekan ini. “Pemeriksaan Odie Orno, kami sudah jadwalkan di pekan ini,” kata Direktur Reskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santoso, Minggu (28/2). 

Menurutnya, cuaca di laut Maluku akhir-akhir ini cukup ekstrem. Penyidik juga memahami hal itu sebab Odie menetap di Tiakur, MBD. Dan rute penerbangan pesawat dari MBD ke Ambon juga tidak rutin tiap hari.

“Jadi kendalanya ada pada akses transportasi. Kita semua tahu transportasi dari Ambon ke MBD gimana. Karena itu kita jadwalkan pekan ini. Jika penuhi panggilan, penyidik melakukan pemeriksaan,” ujar dia.

Selama proses hukum, kata Eko, Odie bersikap kooperatif karenanya penyidik tidak menahannya. Namun apabila Odie sengaja mengabaikan panggilan selama dua kali, penyidik akan melakukan upaya paksa. “Penangkapan itu ada aturannya. Nanti kita lihat, kalau tersangka tidak hadir dan acuh dengan panggilan selama dua kali, baru dilakukan penangkapan,” tegas Eko.

Penanganan kasus korupsi pengadaan empat armada transportasi laut oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku ini lumayan lama hampir 4 tahun. Dilaporkan tahun 2017, kasus ini mangkrak di meja Direkrimsus Polda Maluku yang saat itu dijabat Kombes Pol Firman Nainggolan.

Di kepemimpinan Kombes Pol Eko Santoso, penyelidikan dan penyidikan kasus ini berbuah hasil dengan menjerat Odie sebagai tersangka.

Tiga kali berganti Kapolda Maluku, pengusutan kasus ini berjalan di tempat. Tunggakan kasus-kasus korupsi menjadi atensi Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri untuk secepatnya dituntaskan. Refdi memerintahkan anak buahnya menyelesaikan seluruh kasus yang masih tertunda.

Meski telah mengantongi nama tersangka, penetapan Odie sebagai tersangka menunggu berakhirnya tahapan Pilkada 2020. Di Pilkada MBD 2020, Odie maju sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Nicolas Johan Kilikily sebagai calon bupati. Kalah di Pilkada MBD, Odie pun dijerat kasus korupsi pengadaan speedboat.

Dugaan korupsi di Dishub MBD ini terkuak setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku melakukan audit pembelian empat unit speedboat yang bersumber dari APBD MBD tahun 2015 senilai Rp 1 miliar lebih.

Anggaran empat speedboat telah dicairkan 100 persen sejak medio 2016. Namun, tidak dikirim ke Tiakur, ibu kota kabupaten MBD sesuai waktu.

Ketika BPK hendak turun memeriksa fisik speedboat, Odie memerintahkan mengirimkan dua unit ke Tiakur. Tetapi dua unit speedboat yang dikirim kondisinya rusak, tidak bisa difungsikan. Dan dua unit speedboat lainnya tidak kunjung tiba di Tiakur. (KTY)

Komentar

Loading...