Tiga Tokoh Muda Malra Apresiasi Kinerja Hanubun

KABARTIMURNEWS.COM,LANGGUR, - Kepemimpinan Bupati Maluku Tenggara (Malra) M Thaher Hunubun dinilai bawa berkah bagi masyarakatnya. Bagaimana tidak, sejak dilantik 31 Oktober 2018, perubahan signifikan terjadi  di kabupaten berjuluk “Larwul Ngabal” itu. 

Demikian diungkap tiga tokoh muda Kabupaten Malra, kepada wartawan di Ambon, Kamis, kemarin.  Ketua Ketua Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Maluku, Jhon Janyaan mengatakan, sejak Habubun memimpin,  malra berhasil dibawah ke arah yang lebih baik dan maju serta mampu bersaing dengan kabupaten kota lain di Maluku bahkan di level nasional.

‘’Misi strategis pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, peningkatan kapasitas infrastruktur, konektifitas  dan pembenahan tata kelolah pemerintahan, peningkatan daya saing ekonomi, ketahanan pangan dan penanganan masalah lingkungan hidup. Benar-bernar dijalankan dan menunjukan trend yang positif,” ungkap Jhon.

Dia meyakini lima tahun  nanti  upaya mewujudkan masyarakat Malra mandiri, cerdas demokratis dan berkeadilan dapat tercapai oleh kepimimpinan Hanubun.  Selain tokoh muda lainnya, Saiful Narahubun aktifis PMII Maluku juga berpendapat  yang sama. Menurutnya, banyak prestasi yang telah dicapai lewat tangan dingin Hanubun dalam memimpin Malra. 

‘’Banyak prestasi yang dicapai  Pak Thaher. Tahun 2019 dapat penghargaan pelaksanaan seleksi CPNS terbaik 2018 dari Kepala Badan Kepegawaian Negara. Lalu Indeks Kesehatan Manusia 2019 naik jadi 78.42 persen dari sebelumnya 73, 48 persen di 2018 dan 73, 84 persen di 2017,’’ ungkap Narahubun.

Tak hanya itu, lanjut dia,  opini BPK wajar tanpa pengecualian (WTP) berhasil dipertahankan sampai saat ini selama 5 tahun berturut-turut. Demikian pula nilai akuntabilitas kinerja birokrasi terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya sehingga ikut mendongkrak nilai LPP dari peringkat Enam  naik  jadi peringkat Empat se- Maluku.

Capaian lain yang perlu diapresiasi, kata dia adalah Indeks Pembangunan Desa yang terus meningkat dan juga SDM dan perlindungan sosial. ‘’Hasil pencapaian peningkatan indeks pembangunan manusia serta peningkatan SDM dan perlindungan sosial inilah yang mengakibatkan Pak Hanubun menerima penghargaan Kihajar tahun 2019,’’ pungkas Narahubun.

Yang tidak kalah penting, tambah dia, tingkat penurunan kemiskinan yang diraih. Di tahun 2017 presentasenya 23, 87 persen dan tahun 2018 23, 27 persen, tahun 2019 turun jadi 22,75 persen. Demikian pula pola pangan harapan  yang meningkat dari tahun 2017 hanya 75 persen jadi 80,6 persen dan wirausaha muda yang ikut meningkat yaitu dari 20 persen di tahun 2017 naik jadi 34 peren di tahun 2019.

Selain itu, tokoh muda Malra lainnya Gazali Far-Far mengungkapkan, prestasi lain yang juga tidak kalah penting yang dicapai Hanubun dalam memimpin Malra adalah tingkat pengangguran terbuka yang berhasil ditekan.

Ia mencontohkan, tingkat pengangguran terbuka di Malra 2017 4, 50 persen, 2019 turun jadi 2, 58 persen.  Bahkan, kata dia, laju inflasi yang berhasil ditekan selama beberapa tahun sehingga Maluku Tenggara bisa mendapat penghargaan pengendali inflasi terbaik untuk kawasan Maluku dan Papua.

‘’Jadi, masyarakat Malra memang harus bersyukur karena kepemimpinan Hanubun bisa membawa berkah bagi Maluku Tenggara. Buktinya angka kemiskinan pun berhasil ditekan melalui sejumlah program yang dilaksanakan di bumi Larwul Ngabal,’’ sebutnya.

Far-Far mengutip prinsip kepemimpinan M Thaher Hanubun, bahwa bupati Malra itu sudah selesai dengan urusan dirinya sendiri dan yang terlpenting saat ini adalah kepentingan rakyat. ‘’Itu prinsip kepemimpinan beliau. Karena itu, perhatiannya kepada daerah dan masyarakat Maluku Tenggara sangat luar biasa,’’ tambah Gazali.

Karena itu pula, ia mengajak semua komponen, terutama pemuda Maluku Tenggara agar tidak larut dalam kepentingan politik, namun tetap mendukung pasangan bupati dan wakil bupati ini dalam melanjutkan kerja-kerja mereka sesuai visi misi dalam program kerja lima tahunan sampai 2023 nanti.

‘’Mari kita dukung beliau. Karena urusan diri atau pribadi saja beliau sudah selesai dan sekarang waktunya membangun dan menyiapkan gerenasi Malra yang lebih baik. Jangan karena kepentingan politik pribadi-pribadi lalu kemudian kita terkooptasi,’’ imbaunya. (KT)

Komentar

Loading...