16 Tahun Tanpa Raja, Walikota Didesak Sahkan Ranperneg Batu Merah

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, didesak mengesahkan Rancangan Peraturan Negeri (Ranperneg) Batu Merah, Nomor satu tahun 2020, tentang penetapan mata rumah “Parenta.”

Penetapan ini menjadi harapan besar seluruh Warga Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, lantaran lebih dari 16 tahun, terhitung sejak 2005 silam hingga 2021, belum memiliki yang namanya raja definitif. 

Abdullah, salah satu tokoh masyarakat Batu Merah, yang ditemui wartawan, mengaku, saat ini sudah tidak ada alasan bagi Walikota, untuk menunda pengesahan Ranperneg tersebut. 

“Ranperneg itu telah diusulkan Saniri Batu Merah sejak 2020 lalu.Namun Walikota menunda untuk mengesahkannya dengan alasan, menunggu putusan PTUN Ambon, lantaran Ranperneg tersebut digugat pihak mata rumah Hatala, “ katanya. 

Gugatan yang dilakukan Hatala tersebut, kata dia, lantaran menolak Ranperneg Saniri Batu Merah, yang menetapkan marga Nurlette sebagai mata rumah Parenta. 

“Dan 22 Oktober 2020, PTUN Ambon telah membuat keputusan, dimana semuanya dikembalikan dan diperkuat keputusan Saniri Negeri. Namun pihak Hatala kembali mengajukan banding ke PTUN Makassar, “ jelasnya. 

Usaha pihak Hatala membatalkan Ranperneg Saniri Batu Merah itu, akhirnya gagal setelah PTUN Makassar mengeluarkan keputusan yang sama dengan PTUN Ambon. 

“Putusan Banding di PTUN Makassar Nomor 1/8/2021/PT.TUN. Senin 22 Februari 2021, kembali memperkuat keputusan PTUN Ambon. Olehnya itu perkara mata rumah Parenta sudah tidak ada masalah, tetap merujuk pada keputusan Saniri, “ paparnya. 

Maka dari itu, lanjutnya, saat ini dibutuhkan sikap gerak cepat Walikota Ambon, dalam mengesahkan Ranperneg Batu Merah agar proses pelantikan Saniri bisa dilakukan dan dilanjutkan dengan pengukuhan raja secara adat dan bersifat definitif. 

“Kalau bisa bulan ini atau paling lambat Maret 2021 Walikota sudah bisa mengesahkan Ranperneg tersebut. Raja Batu Merah Rabia Nurlette, bisa secepatnya dikukuhkan sebagai pemimpin definitif, “ ungkapnya. 

Seluruh warga Negeri Batu Merah mengharapkan adanya pimpinan defenitif dengan begitu, semua keputusan dan maklumat secara adat di wilayah tersebut bisa diangkat dan dikembangkan kembali. 

“Untuk mengangkat jati diri Batu Merah sebagai Negeri adat di Kota Ambon, kita butuh pemimpin definitif sesuai garis keturunan raja. Walikota, harus sikapi persoalan ini agar bisa berjalan cepat, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...