Ini Kronologi Penjualan Ratusan Amunisi

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Di saat rekan-rekannya TNI, Polri berjuang bertaruh nyawa melawan aksi makar,  tiga oknum aparat di Ambon malah menjual senjata api dan amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Tiga oknum aparat itu adalah Bripka Sandro A. Palijama (SAP), Bripka M. Rommy Arwanpitu (MRA); anggota Polresta Ambon dan Praka Milton Sialeky (MS); anggota Kipan B, Batalyon 733/Masariku.

Dua senjata api jenis SS1 dan pistol revolver milik dua oknum Polri. Sedangkan ratusan amunisi berasal dari oknum TNI Praka MS. 

Ratusan amunisi itu dijual MS kepada Wellem Taruk (WT) alias Jack (J). Amunisi itu selanjutnya dijual J kepada KKB di Papua. J, warga Jalan Merdeka, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat telah ditangkap Polres Bintuni pada 10 Februari 2021.

Dari tangannya polisi menyita satu revolver, satu senjata api laras panjang, 600 amnunisi kaliber 5,56 dan tujuh amnunisi kalibar 3,8 dan satu magazine. Polisi juga mengamankan uang tunai Rp450.000, satu dokumen surat keterangan bebas Covid-19 dari Kota Ambon, satu unit ponsel Nokia.

Praka MS ditangkap Satintel Kodam Pattimura, Minggu (21/2) pukul 23.40 WIT di asrama militer kawasan Waiheru, Ambon. Di kesatuannya MS menjabat wakil komandan regu (Wadanru) 1 Ton I Regu I Kipan B 733/Masariku. 

Informasi yang diperoleh Kabar Timur, setelah dibekuk, MS diinterogasi di kantor Denintel Kodam Pattimura. 

Di saat bersamaan, Propam Polda Maluku pada Minggu (21/2) telah menangkap dua anggota Sabhara Polresta Ambon; Bripka SAP dan Bripka MRA.

Di hari yang sama, pukul 16.55 Wit, tim Opsnal Subdit 1 Kemneg  Ditreskrimum Polda Maluku membekuk Andi Tanam (50), warga RT 005 RW 003 Hative Kecil, Kota Ambon. 

Penjualan amunisi dari MS kepada J terungkap setelah polisi memeriksa Andi Tanam (AT). Dalam transaksi penjualan peluru, MS menggunakan jasa AT sebagai perantara. Lalu bagaimana 600 amunisi dari MS berada di tangan J? 

Berikut kronologinya: Pada 3 Februari 2021 bertempat di Jembatan merah putih (JMP) Ambon, AT bertemu dengan WT alias J. AT menyerahkan 600 butir amunisi kaliber 5,56 mm. Amunisi itu terbungkus rapi dalam karton. 

Ratusan peluru itu dipesan oleh Atto Muri melalui J. J merupakan orang suruhan Atto Muri yang diduga anggota KKB Papua. Amunisi sebanyak 600 butir itu diserahkan dalam beberapa tahap. 

Tahap pertama, MS melalui AT menyerahkan amunisi kepada J pada November 2020 sebanyak 200 butir. Dari penjualan itu MS menerima uang Rp. 500.000.

Berikut pada Januari 2021, J kembali melakukan transaksi pembelian amunisi sebanyak 400 butir amunisi kaliber 5,56 mm. J menyerahkan uang kepada MS melalui AT sebanyak Rp 1 juta.

Dari dua transaksi ilegal itu, total amunisi yang diperoleh J dari MS sebanyak 600 butir, senilai Rp1,5 juta. (KT)

Komentar

Loading...