Pedagang Mardika Kritik Satpol PP

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON,- Pedagang Pasar Mardika melancarkan kritik bagi Satpol PP Kota Ambon, terkait  aksi pembongkaran lapak pedagang. “Aksi” pembongkaran lapak tidak dilakukan merata dan terkesan pilih kasih. 

“Pembongkaran dengan dalih penertiban untuk revitalisasi harus dilakukan tegas dan tanpa pilih kasih. Semua lapak harus dibongkar. Ini ada yang dibongkar dan ada yang tidak. Jadi kesan pilih kasih. Contoh seperti lapak milik saya, dibongkar, tapi yang lain tidak,” kritik Abdul Rahman Marasabessy, salah satu pedagang, kepada wartawan, kemarin.  

Dia menyesalkan, aksi Satpol PP  dengan dalih penertiban ini tidak sesuai harapan. “Ya kalau mau bongkar, bongkar semua. Jangan pilih kasih. Lain dibongkar dan lainnya tidak.  Jadinya penertiban ini tidak sesuai  dengan harapan.  Perlu untuk diketahui Pak Walikota, agar anak buahnya dilapangan tidak tebang pilih, dalam melakukan penertiban,” harap dia.

Menurutnya, petugas Satpol PP Kota Ambon, sebelum melakukan pembongkaran harus jalin koordinasi  bersama pedagang terlebih dulu agar tidak terjadi salah paham. “Petugas Satpol-PP datang  langsung beraksi dengan dalih, penertiban badan jalan. Tapi kenapa hanya punya saya yang dibongkar. Mestinya petugas harus jelaskan alasan tepat sebelum bertindak, “ ujarnya. 

Terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Pol-PP Kota Ambon, Josias Lopies mengaku, pembongkaran terhadap lapak milik Abdul Rahman Marasabessy bukan tanpa alasan. “Satu lapak yang kita bongkar itu, karena dibangun gunakan tripleks, kayu dan atap seng. Kalau lapak yang pakai payung tidak mungkin kita bongkar, “ tutupnya. (KTE)

Komentar

Loading...