Pada 14 Desember, GM mendapatkan informasi Nelson dan PB berduaan di Hotel Beringin Dua Saumlaki. Ketika pintu kamar hotel dibuka paksa, GM ditemani kerabatnya menyaksikan istrinya sedang asik bercinta bersama Nelson di ranjang.
Digrebek suaminya, PB berhasil kabur dari kamar hotel. GM mengamankan celana dalam milik PB yang tertinggal dikamar hotel. GM mengambilnya dan menyerahkan kepada polisi sebagai barang bukti. Penyidik juga berhasil mendapatkan rekaman CCTV hotel sebagai barang bukti. Rekaman CCTV, terlihat Nelson dan PB masuk kamar bersama.
Sebelumnya, DPD Golkar Maluku meminta kadernya tunduk pada hukum. Sebagai warga negara yang baik, dia diminta kooperatif mendukung proses hukum oleh Polres Tanimbar. Karenanya wajib memenuhi panggilan penyidik Polres Tanimbar.
“Jika kasus yang disangkakan kepada Nelson itu benar, Golkar menghargai dan dukung langkah hukum yang dilakukan Polres Tanimbar,” tegas Anos Yeremias, Ketua Koordinator Daerah DPD I Golkar Maluku wilayah kabupaten Tanimbar dan Maluku Barat Daya kepada Kabar Timur.
Anos menegaskan, partai berlambang pohon beringin ini tidak akan melindungi kadernya yang tersandung masalah hukum. “DPD Golkar Maluku meminta Polres Tanimbar kembali memanggil yang bersangkutan. Kami mendukung sepenuhnya upaya penegakan hukum oleh Polres Tanimbar,” kata anggota DPRD Maluku ini.
Golkar tegas Anos, tidak ingin nama besar partai tercoreng karena ulah oknum meski saat ini Nelson sebagai anggota parlemen. “Nama partai Golkar lebih besar dari seorang kader, siapa pun dia. Kita tidak ingin karena ulah kader nama besar Golkar tercoreng,” tegas Anos.
Anos katakan, DPD Golkar Maluku belum menentukan sikap terhadap kasus yang menjerat Nelson. Golkar masih menunggu proses hukum yang dijalani Nelson. “Kita lihat proses hukum di Polres Tanimbar, jika (ditetapkan sebagai) tersangka, Golkar akan bersikap,” pungkas dia.
Sementara itu, Hendrik, salah satu tokoh pemuda Saumlaki mendesak Badan Kehormatan DPRD Tanimbar menjalankan fungsinya terkait kasus perzinahan yang dilakoni Nelson. Perbuatan Neslon dianggap tidak pantas dan tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat. “Sangat memalukan, wakil rakyat tetapi melakukan tindakan amoral,” kecam dia, kemarin.
Dia menyesalkan Badan Kehormatan DPRD hanya diam terhadap kasus memalukan ini meski telah menciderai nama baik parlemen. Sebagai salah satu alat kelengakapan DPRD, lembaga yang berhubungan dengan masalah kehormatan para wakil rakyat ini didesak memanggil Nelson. “Keberadaan Badan Kehormatan ini sangat penting dan strategis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mewujudkan anggota dan lembaga DPRD benar-benar terhormat, bersih dari masalah hukum,” ujar Hendrik.
(AN/KT)



























