Mereka Siap Hadapi Gugatan Titi 51

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, - Titi 51 melalui kuasa hukumnya Roza “Oca” Alfaris seharusnya menyadari jika laporan pencemaran nama baik tersebut atas diri kliennya Leonora Lisapaly telah memiliki kekuatan hukum.

Pihak Titi 51 berupaya menghadang laporan Leonora Lisapaly di Polda Maluku yang mengadukan pencemaran nama baiknya pasca dibebaskan pengadilan dari dakwaan penipuan dan penggelapan atas dasar laporan Titi.

Padahal laporan Titi, tahun 2019 lalu seharusnya tak terjadi.  Pasalnya, masalah antara Titi dengan Leonora terkait perkara perdata disebabkan hubungan bisnis. Namun Titi kala itu melapor Leonora secara pidana di Polda Maluku.

“Lantas ibu Oca Alfaris bilang baca itu pasal 317 dan 318 KUHP, terserah lah itu hak pihak ko Titi untuk tafsirkan. Intinya kami telah berikan kepercayaan penuh kepada kepolisian untuk proses laporan pencemaran nama baik kami ini,” kata pengacara Joemicho Syaranamual kepada Kabar Timur, Selasa (26/1) di PN Ambon.

Menurutnya Jhon Tuhuteru alias Titi 51 melalui kuasa hukumnya Roza “Oca” Alfaris seharusnya menyadari jika laporan pencemaran nama baik tersebut atas diri kliennya Leonora Lisapaly telah memiliki kekuatan hukum untuk tidak diperkarakan hingga peradilan pidana.

Yaitu putusan Pengadilan Negeri Ambon yang membebaskan kliennya maupun putusan Mahkamah Agung RI yang menolak kasasi jaksa penuntut umum Awaludin.  “Makanya sekali lagi, yang kami harapkan laporannya bisa jalan di polisi, yanh mengacu pada kedua putusan itu,” tandas Joemicho.

Sebelumnya, kepada sejumlah media lokal pengacara Rosa Alfaris menyebutkan Leonora Lisapaly mempolisikan kliennya agar yang bersangkutan tidak bayar hutang, kata Joemicho itu adalah hal yang keliru. 

Sebab laporan pencemaran nama baik yang diadukan pihaknya ke Polda Maluku semata-mata merupakan upaya untuk mengembalikan nama baik kliennya, Leonora Lisapaly. Tapi anehnya, hal itu ditafsirkan oleh Rosa Alfaris sebagai upaya Leonora menghindari pembayaran hutang yang diklaim sepihak oleh Titi. Terkait itu, sebagai langkah konkritnya, pihak Titi 51 menggugat perdata Leonara di Pengadilan Negeri Ambon.

Joemicho pun menyatakan kesiapan pihaknya menghadapi gugatan perdata pihak Titi 51. Yang berupaya menuntut bayar hutang almarhum Berthi Themalagi, yang diklaim Rp 2 miliar lebih itu. “Jadi itu hanya dugaan pihak Titi saja. Tapi kalau Titi memang bisa tentukan dan buktikan besaran hutang yang jadi tanggung jawab ibu Leonora dan, itu diputuskan oleh pengadilan perdata, tentu akan kami laksanakan,” tukas Joemicho santai.

Menurut dia, pihaknya hanya selaku pencari keadilan. Apalagi diduga, bukan saja kliennya yang kerap mendapatkan perlakuan hukum yang tidak sepadan dengan perbuatannya.  Mungkin saja, saja banyak korban-korban lain yang dipidanakan secara paksa oleh pengusaha-pengusaha tertentu di polisi, padahal kasus yang dihadapi seharusnya diproses di ranah hukum perdata. 

“Kalau barangnya perdata, maka harusnya diajukan ke pengadilan perdata. Bukan langsung dilaporkan pidana ke polisi,” ujar Joemicho Syaranamual. (KTA)

Komentar

Loading...