Thaher mengatakan bahwa vaksinasi yang mulai dilaksanakan oleh pemerintah pusat pada 13 Januari merupakan bagian dari upaya untuk mengendalikan penularan COVID-19.
Vaksin COVID-19 yang digunakan pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi, menurut dia, sudah lolos uji klinis, mendapat izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.
Thaher mengatakan bahwa jumlah warga yang terserang COVID-19 di Maluku Tenggara seluruhnya 162 orang dengan perincian 101 orang sudah sembuh, sembilan orang meninggal dunia, dan sisanya masih menjalani perawatan atau isolasi mandiri.
(AN/KT)



























