Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

24 Warga Rapid Ditempat, Dua Reaktif

badge-check


24 Warga Rapid Ditempat, Dua Reaktif Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-24 warga Kota Ambon, terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan, yang dilakukan Satgas Covid-19, di kawasan Jalan Pattimura, Kamis (21/1). Dua diantaranya reaktif, ungkap Koordinator Fasilitas Umum, Satuan Tugas (Satgas)  Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay, kepada wartwan saat diwawancarai usai Operasi Yustisi.

Dua warga yang memiliki hasil reaktif telah diarahkan untuk melakukan Swab Tes. “Mereka yang reaktif, telah kita serahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk dilakukan proses Tes Swab, guna mencari tahu kondisinya apakah telah tertular corona atau tidak, “ paparnya. 

Proses penerapan sanksi Rapid ditempat bagi pelanggar Protokol Kesehatan, sempat berhenti beberapa hari karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, dan fasilitas. 

“Hari ini (kemarin), kita gunakan ambulance milik Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota, dibantu tenaga Medis Dinkes, sehingga penerapan sanksi rapid ditempat bisa dilanjutkan kembali, “ paparnya. 

Dari 24 orang yang terjaring razia, Richard mengungkapkan, sebagian besar pelanggar masuk dalam kategori moda transportasi, dengan jenis pelanggaran yakni, memuat penumpang melebihi kapasitas. 

“Hampir sebagian besar yang kami Rapid hari ini (kemarin), adalah pelanggar yang masuk dalam kategori moda transportasi. Mereka pemilik kendaraan masih mengangkut penumpang, melebihi kapasitas 50 persen, “ terangnya. 

Pelakasana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ambon ini menambahkan, Satgas Covid-19 akan selalu melakukan Operasi Yustisi secara terus-menerus, guna memaksimalkan penerapan Protokol Kesehatan. 

“Hampir 10 bulan melakukan Operasi Yustisi, namun pelanggaran yang sama, seperti tidak memakai masker, angkut kendaraan lebih dari 50 persen masih saja ada. Ini menandakan bahwa masyarakat belum benar-benar sadar. Untuk itu Operasi yustisi mesti gencar dilakukan,” tutupnya. (KTE)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku