Unpatti Rekrut Lagi Mantan Koruptor

Istimewah

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon dikabarkan merekrut kembali Holmes Matruty mantan koruptor yang sebelumnya sebagai dosen itu, untuk mengabdi sebagai dosen di kampus kebangaan orang Maluku itu.

Holmes sebelumnya berstatus dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), Unpatti. Kemudian meninggalkan Unpatti, memilih berkarir di Pemkab Maluku Tenggara Barat (MTB), sebagai salah satu staf pada Bappeda MTB.  

Selanjutnya, Holmes oleh Pemkab MTB atau yang saat ini bernama Pemkab Kepulauan Tanimbar atau KKT, Holmes diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Maklum mungkin background Holmes sendiri sebagai akademisi.

Memimpin Dinas Pendidikan, Holmes terseret kasus dugaan korupsi dana pembangunan gedung pertemuan milik Dinas Pendidikan MTB.  Di kasus ini Holmes terseret bersama salah satu stafnya Elias Lamerbulu.

Keduanya menjadi pesakitan di kasus korupsi ini. Dalam kasus ini pelbagai upaya dilakukan Holmes untuk bisa lolos dari jeratan, termasuk melakukan praperadilan, tetapi ditolak. Singkat ceritanya, Holmes divonis hakim bersalah di kasus  korupsi dana pembangunan gedung pertemuan itu, dengan ganjaran 1,3 tahun penjara. 

Yang menarik, setelah menjalani masa tahanan sebagai napi korupsi, status Holmes sebagai  PNS bukannya dipecat, malah yang bersangkutan justeru diterima lagi oleh Unpatti untuk kembali sebagai dosen. 

“Iya, Pak Holmes akan kembali  jadi dosen Fisip. Pemberkasannya sementara lagi disiapkan,” ungkap sumber Kabar Timur di Unpatti,  yang dikonfirmasi, Minggu, kemarin.  Menurut sumber itu, Dekan Fisip  Prof. Dr Tony Pariela, sebelumnya juga sempat  menyampaikan soal kembalinya Holmes Matruti ke Unpatti. 

Kebijakan Unpatti kembali menerima Holmes Matruti yang telah “cindera” sebagai mantan Napi korupsi, menurutnya, akan merusak citra Unpatti sebagai perguruan tinggi negeri satu-satunya di Maluku. 

“Informasi ini, khusus dikalangan Fakultas Fisip sudah tidak asing lagi. Boleh dikata sebagaian besar dosen maupun tenaga administrasi sudah mengetahuinya. Tapi, apakah informasi ini juga dibenarkan oleh pihak Unpatti, saya tidak bisa pastikan itu,” ungkap salah satu staf di Fakultas Fisip Unpatti, yang dihubungi Kabar Timur, via telapon tadi malam. 

Menurutnya, informasi Holmes Matruti  yang pernah dipidana terdakwa korupsi  selaku Kepala Dinas Pendidikan di MTB, akan kembali ke Unpatti sebagai dosen  bukan rahasia lagi di Fakultas Fisip Unpatti, karena Holmes Matruti sebelum menjadi Kepala Dinas Pendidikan di MTB, dia salah seorang dosen Fisip. 

Menurutnya, jika memang informasi ini juga dibenarkan atau dilegalkan oleh pihak rekrorat, maka Holmes dianggap warga “istimewa.” Pasalnya, sejumlah pejabat di Pemprov Maluku dan di 11 Kabupaten/Kota, yang terseret kasus korupsi dan telah divonis seluruhnya dipecat dari status sebagai PNS.

“Pertanyaan saya, kenapa Pak Holmes Matruti tidak dipecat, tapi malah dikembalikan ke Unpatti. Berarti Pak Holmes ini, satu-satunya pejabat  atau warga “istimewa”, karena kebal hukum. Ini harus jadi perhatian semua semua pihak,” imbaunya. 

Sebegaimana diketahui Holmes ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana pembangunan gedung pertemuan milik Dinas Pendidikan Kabupaten MTB tahun anggaran 2015 senilai Rp800 juta lebih. (KT)

Komentar

Loading...