Assagaff Bongkar Aliran Dana Korupsi

KABARTIMURNEWS.COM. AMBON-Soal duit senilai Rp 485 juta yang dia sampaikan di BAP, Assagaff mengaku itu uang yang dibayarkan ke pihak lain termasuk Bupati Buru Ramly Umasugi Rp 300 juta.

Seperti disampaikan pengacara Marthen Fodatkosu, benar tidaknya kliennya mantan Sekda Ahmad Assagaff bertanggungjawab penuh pada tiga pos pembiayaan Setda Kabupaten Buru tahun 2016-2018 hanya bisa dijawab olehnya sendiri di persidangan.

Namun fakta persidangan berbalik, bendahara pengeluaran La Joni Ali lah sepertinya yang lebih patut bertanggungjawab.

Di persidangan Jumat pekan kemarin, Ahmad Assagaff yang dihadirkan selaku saksi mahkota bagi terdakwa La Joni, malah mengaku menyesal atas korupsi yang terjadi yang menurutnya akibat kelalaiannya sendiri. Dia lebih mempercayai para staf di SKPD yang dipimpinnya ketimbang memastikan seluruh dokumen terkait pencairan anggaran telah valid.

"Kalau uang-uang ke pihak lain, kalau itu terkait kepentingan saya sesuai temuan BPK RI, tentu saya yang bertanggungjawab," ujar Assagaff di persidangan Pengadilan Tipikor Ambon, Jumat ( 11/12) sesaat sebelum hakim ketua Ahmad Ukayat mengetok palu guna menunda persidangan hingga Senin, hari ini.

Sesuai agenda, persidangan lanjutan untuk menghadirkan saksi meringankan dari pihak Assagaff maupun La Joni Ali. Majelis hakim Ahmad Ukayat menargetkan pemeriksaan saksi tuntas, sebelum agenda putusan pada pertengahan Januari 2021 mendatang.

Saat dicercar pengacara Joamicho Syaranamual yang juga kuasa hukum terdakwa La Joni Ali, saksi Ahmad Assagaff menjelaskan, untuk kegiatan-kegiatan yang tidak dianggarkan di dalam DIPA, kewenangan eksekusi ada pada Bupati Ramly Umasugi. Sekedar tahu saja, korupsi tersebut sebagian akibat kegiatan-kegiatan yang tidak dianggarkan di dalam DIPA.

Namun, dilaporkan dalam bentuk pertanggungjawaban keuangan fiktif bahkan mark up anggaran. Dan pembayarannya, menurut Assagaff dilakukan oleh bendahara pengeluaran, La Joni Ali.

Dicercar kembali oleh Joemicho, soal duit senilai Rp 485 juta yang dia sampaikan di BAP, Assagaff mengaku itu uang yang dibayarkan ke pihak lain termasuk Bupati Buru Ramly Umasugi senilai Rp 300 juta. "Dari uang Rp 300 juta itu, Rp 100 juta ke Iksan Tinggapi Ketua DPRD, untuk ganti uang pinjaman bupati ke kontraktor. Sedang sisanya untuk saya punya perjalanan dinas," jelas Assagaff.

Dari fakta persidangan juga terungkap kalau kasus ini berawal dari terjadinya kelebihan bayar senilai Rp 33 juta dari laporan pertanggungjawaban fiktif dan markup yang tidak diketahui Assagaff terjadi pada kegiatan apa.

Dalam pemeriksaan La Joni, baru terungkap kalau uang tersebut, bukan perintah Assagaff. Tapi inisiatif La Joni kemudian ditindaklanjuti dengan dokumen fiktif oleh Syukur Ohorella, staf Setda Buru lainnya.

Juga pemberian duit Rp 550 - Rp 650 juta kepada Tim auditor BPK RI untuk meraih opini WTP tiga tahun berturut, itu bukan perintah Assagaff tapi muncul dari ide Syahrul Kalang alias Daeng, juga staf Setda Buru yang lain.

Kalang juga ikut memfasilitasi salah satu auditor BPK RI Lukman Tobing senilai Rp 200 juta di Hotel Manise Ambon, setelah hal itu disetujui oleh Assagaff dalam rapat jelang kedatangan tim WTP BPK RI itu.

Assagaff sendiri mengaku ketika itu dirinya tidak lagi menjabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ex officio Sekda Kabupaten Buru. Dirinya digantikan oleh Asisten I Setda Buru Ir Masri, melalui SK Bupati Buru pada 16 April 2018.

Dan Assagaff baru mengetahui seluruh rangkaian perkara korupsi ini setelah dirinya menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Maluku berdasarkan temuan BPK RI. Terhadap temuan BPK lainnya berupa kerugian negara Rp 1,6 miliar, diakui uang sebanyak itu diterima dari bendahara La Joni yang diberikan secara bertahap di tahun 2018.

Namun JPU Ahmad Bagir Cs mencercar Assagaff soal kerugian negara temuan BPK RI sebesar Rp 11 miliar. Dan dijawab, mengalir ke pihak-pihak lain, termasuk duit Rp 300 juta yang diberikan melalui ajudan Bupati, yang merupakan inisiatif La Joni untuk mengganti uang pihak ketiga atau kontraktor.(KTA/KT)

Komentar

Loading...