Jika Fery Tanaya Tersangka, PLN?

ILLUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON-Tim auditor BPKP masih melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara perkara korupsi pengadaan lahan PLTMG Namlea. Namun, pihak Fery Tanaya sebagai terduga korupsi mengingatkan jaksa agar tidak melupakan andil PLN UIP Namlea di perkara ini.

“Artinya kalau Fery Tanaya berpotensi ditersangkakan kembali, pertanyaannya bisa tidak PLN jadi tersangka. PLN khan pengguna anggaran,” kata pengacara Hendry Lusikooy kepada wartawan di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (26/!!).

Apalagi sebagai pengguna anggaran, sekaligus pihak yang membutuhkan lahan. Ketika dirasa lahan yang disurvei memungkinkan untuk membangun gardu-gardu induk, PLN akan akan meksimal berusaha mendapatkan lahan yang diincar.

Lusikooy menduga kuat, PLN memanfaatkan Kasie Pengukuran BPN Kabupaten Buru Abdul Gafur Laitupa untuk mendapatkan lahan kliennya Fery Tanaya. Disebutkan, Gafur belum selesai menuntaskan pekerjaannya, datang pihak PLN UIP Namlea mendesak lahan secepatnya diproses. 

Yang anehnya, kata dia, kliennya dalam persoalan ini sifatnya hanya pasif. Tapi lantaran PLN UIP Namlea datang dengan dalih demi kepentingan umum, lahannya akhirnya dilepas. 

Lusikooy mengaku kliennya diperiksa oleh tim auditor BPKP Provinsi Maluku beberapa waktu lalu dalam rangka klarifikasi. Dalam klarifikasi kliennya itu ditanya beberapa hal, antara lain lahan itu diperoleh Fery Tanaya dari siapa.

“Begini, kalau Fery peroleh tanah itu dari Wakano, sebagai pemilik Erpak. Dan Erpak itu disebut tanah negara mestinya Wakano dipertanyakan kenapa jual,” ujar Hendry Lusikooy. 

Berikutnya, terungkap jelas kalau pembelian lahan itu oleh pihak PLN UIP Namlea bisa terjadi lantaran kesalahan Abdul Gafur Laitupa. Yang mana dia memberikan rekomendasi yang belum final kepada pihak PLN UIP Namlea.

“Hanya kesalahan teknis, waktu itu Gafur copy paste gambar lahan orang lain. Sudah ganti nomor lahan, tapi dia lupa ganti nama lokasi. Jadi sebetulnya belum final, karena buru-buru saja,” kata Lusikooy. (KTA)

Komentar

Loading...