Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Mangkir dari KPK, Istri Bupati Buru Cs Diduga Ganti Nope

badge-check


					Mangkir dari KPK, Istri Bupati Buru Cs Diduga Ganti Nope Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Tiga pengusaha dan istri “muda” Bupati Buru, yang mangkir panggilan KPK, sampai kemarin belum juga hadir.  Ada dugaan mereka ganti nomor hape (Nope). Benarkah?

Pengusutan dugaan korupsi dan gratifikasi dilakukan Bupati Buru, Ramly Umasugi yang sementara ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih menunggu kehadiran keempat orang dari lima orang yang dipanggil KPK. 

Satu diantaranya pekan, kemarin sudah penuhi dan menjalani pemeriksaan. Sedangkan, kempat orang yang mangkir dan diduga ganti Nope, diantaranya: DA, AK, FH dan SH istri “madu” Bupati Buru.

Pihak KPK sudah mengkonfirmasi panggilan terhadap ke-empat orang tersebut. Hanya saja, sudah dua hari kemarin, saluran telepon atau HP  mereka sudah tidak aktif. Ada dugaan, Nope mereka sengaja diganti.

“Sudah dihubungi, untuk kehadiran mereka, tapi  nomor ponsel yang dihubungi tidak aktif. Padahal pekan sebelumnya sudah dihubungi dan mereka  tidak hadir karena sakit. Pekan ini dihubungi tidak aktif lagi.  Sepertinya Nope mereka diganti,”  ungkap sumber Kabar Timur di Gedung KPK, Kamis, kemarin. 

Kendati begitu, KPK terus melakukan monitor dan terus berusaha mengkonfirmasi kehadiran mereka,  dan tidak menutup kemungkinan panggilan kedua bagi ke-empat orang yang belum penuhi panggilan akan dilayangkan. 

“Opsinya lain nanti dibuat panggilan kedua. Sudah pasti panggilan kedua akan dilakukan. Kita menunggu konfirmasi kehadiran mereka, sampai pekan ini,” beber sumber itu.

Terkait kasus ini, KPK sudah memeriksa sebanyak lima orang. Ke-lima orang itu, satu diantara politisi dan empat lainnya pengusaha. Politisi yang diperiksa berinisial FT, sedangkan empat pengusaha itu masing-masing, MB, A, TL dan RT.

Belum jelas apa ending terakhir KPK dalam kasus ini. Sumber-sumber Kabar Timur menyebutkan, KPK akan fokus pada kasus gratifikasi, menyusul sejumlah aset-aset Bupati Buru yang ditemukan dalam laporan yang disampaikan ke KPK, bernilai jumbo dan tidak masuk dalam LHKPN. 

Aset-aset tersebut kebanyakan atas nama SH istri “madu” Bupati Buru. Itu sebabnya  SH masuk radar panggilan KPK untuk dimintai keterangan. “SH itu dipanggil karena ada kekayaan (harta) Bupati Buru yang mengatasnamakan SH, dan juga pihak-pihak lain,” beber sumber Kabar Timur.

Sumber itu meyakini kasus Bupati Buru yang sementara bergulir bakal bermuara ke persidangan.  “Bukti-bukti cukup valid. Saya alhakul yakin kasus ini bakal bermuara ke Pengadilan Tipikor.  Data-data dari bukti sudah dikroschek. Tinggal menunggu keterangan empat orang yang mangkir, fokus keutama dimulai,” katanya.

Diberitakan sebelumnya,  kasus dugaan korupsi dan gratifikasi Bupati Buru, Ramly Umasugi, makin menarik. Setelah lima orang mangkir dari panggilan, dua diantaranya , Senin, 2 Oktober 2020, telah penuhi panggilan lembaga anti rasuah itu.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Kodaeral Ambon Teken Pakta Integritas Transparansi Penerimaan Anggota Baru

14 Januari 2026 - 00:57 WIT

Desak “Presure” BPK Percepat Audit Korupsi PT Gidin Bipolo

12 Januari 2026 - 00:35 WIT

Polresta Ambon Kampanye Damai Jaga Situasi Kondusif

12 Januari 2026 - 00:15 WIT

Megakorupsi Rp 41,5 Miliar di PT Bipolo Gidin Bursel Tunggu “Ketuk Palu” BPK RI

8 Januari 2026 - 21:35 WIT

Waspadai Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter di Perairan Maluku

8 Januari 2026 - 21:10 WIT

Trending di Maluku