Lebih lanjut, Rp 100 juta sudah lumayan kalau dilihat dari situasi yang terjadi saat ini. Ditambah lagi, proses revitalisasi Mardika harus membuat pedagang ikan kehilangan lapak. “ Jadi semua serba susah, “katanya.
“Satu-satunya tempat pelelangan ikan yang kita punya, untuk menunjang PAD hanya di kawasan Mardika saja. Tapi sudah di bongkar, makanya kita hanya bisa andalkan yang bisa diandalkan saja,” ujarnya.
Selai itu lanjut dia, dalam upaya menunjang PAD Kota Ambon, Dinas Perikanan akan berusaha mengelola berbagai aset yang dimiliki. “Jika sektor perikanan tidak memumpuni, otomatis kita harus lakukan langkah strategies lainnya, “ ungkap dia.
“Semua sumber Pendapatan Asli Daerah dari Dinas Perikanan, hanya beberapa aset dan pelelangan ikan itu. Jadi kami hanya berupaya dengan semua telah ditetapkan sesuai ketentuan. Kalau dapat Rp 100 juta, itu juga sudah lumayan, “ tutupnya.(KTE)



























