KABARTIMURNEWS.COM, AMBON,– Puluhan sopir angkutan kota (angkot) melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (20/10). Mereka meminta DPRD sebagai representatif rakyat segera menyikapi persoalan jalur muat penumpang yang selama ini dinilai terjadi tebang pilih.
Sopir angkot asal Passo, Nikson Souisa mengatakan, AKDP dari luar kota misalnya dari Kecamatan Leihitu, Leihitu Barat dan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), bisa dengan nyaman melewati jalur atas maupun bawah.
Selain itu juga, sopir AKDP luar kota kerap nakal dengan mengganti nomor A dan B yang sudah ditetapkan dalam Perwali Ambon. Makanya, mereka bisa beraktivitas setiap hari.
Sementara angkutan dalam kota masih menerapkan sistim genap ganjil tersebut. Angkot juga hanya melewati satu jalur yang sudah ditetapkan. Jika melawan, maka akan ada sanksi dari Dinas Perhubungan Kota Ambon.
“Untuk angkot itu tiap hari ada swiping. Tapi untuk AKDP luar kota, tidak pernah ada ketegasan dari Dishub Provinsi. Mereka juga mencari sembarang. Bisa melewati jalur Batu Merah atas hingga ke belakang Soya dan masuk pusat kota. Jadi kita minta DPRD Ambon bisa mengkomunikasikan ini dengan Dishub Ambon dan Provinsi,” kata Souisa
Hal yang sama juga dikatakan Dony Pormassa. Sopir angkot Tawiri ini mengaku cukup kesal dengan ketidaktegasan yang ditunjukan pihak Dishub baik Kota maupun Provinsi.
“Kita ini sama-sama cari nafkah. Toh kita ikuti aturan lalu dari luar provinsi seenaknya beroperasi, apa itu tidak membuat cemburu? Ya pasti cemburu lah. Makanya, kita datang minta DPRD suarakan ini ke Dishub untuk tegas melihat masalah ini,” paparnya



























