Lebih lanjut, Pieter menuturkan, sejauh ini pihaknya telah memberikan pemahaman kepada pedagang. Alhasil, langkah persuasif tersebut dinilai sukses, sebab para pedagang, yang masih gunakan badan jalan sebagai arena berdagang, perlahan telah patuh.
.”Pada prinsipnya tetap menyadari, karena mereka sudah salah. Badan jalan itukan untuk kendaraan, bukan tempat berjualan. Saya berharap pedagang bisa bekerja sama dengan Pemkot,” harapnya.
Sulitnya merelokasi pedagang, dikarenakan, Pasar Mardika telah menjadi primadona mendapatkan hasil jualan yang bagus. “Mereka tidak mau pindah, karena Mardika itu lokasinya strategis dalam berdagang. Padahal, sudah kita siapkan tempat sementara. Semoga saja mereka bisa mengerti, agar proses revitalisasi bisa berjalan secepatnya, “ tutupnya. (KTE)



























