Namun, Sekwan menjelaskan kepada para pendemo bahwa Wattimury tidak berada di tempat. Pendemo akhirnya, bersedia ditemui Sairdekut dan Tethol. “Kalau ketua tidak ada wakil ketua yang mewakili. Jadi sama saja. Wakil ketua juga berhak mengambil keputusan,” kata Tethol.
Dia berjanji, tuntutan pendemo akan disikapi dengan mitra terkait. Setelah rapat, pihaknya akan turun ke Taniwel melihat perusahaan tersebut. ‘’Kalau suarakan aspirasi, kami akan sikapi. Kami di sini karena pilihan masyarakat. Kami berpihak kepada rakyat. Besok (hari ini) kami rapat dengan Dinas ESDM Maluku, sikapi tuntutan adik-adik,” tandasnya.
Sementara itu, Sairdekut menegaskan, DPRD Maluku terikat tata cara dan mekanisme, sehingga tuntutan pendemo tidak langsung diikuti. “Kami minta Komisi II segera rapat dengan mitra tindaklanjuti ini. Komisi akan rapat dan tinjau di lapangan lihat langsung. Kalau minta tolak tambang, ada mekanisme. Tidak ada surat keluar kalau belum ada musyawarah seluruh pimpinan dan anggota dewan,” tegas dia.
Pendemo berharap ketika rapat Komisi II dengan mitra mereka dilibatkan dalam rapat. Tujuanya agar mereka ikut mengawal tuntutan yang disampaikan. Setelah mendengar penjelasan dewan, mereka meninggalkan gedung wakil rakyat itu. (KTM)



























