KABARTIMURNEWS.COM, NAMROLE – Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan (Bursel) ricuh. Perdebatan alot dan panas antar kader Golkar menjadi pemicu kericuhan.
Musda Golkar Bursel digelar di penginapan Sartika, Kota Namrole, dibuka oleh Ketua Oganisasi dan Kadersisasi DPD Golkar Maluku Yusri Kader Mahedar Rabu (19/8) sore.
Musda berjalan alot, hingga Kamis (20/8) dini hari tidak berhasil memilih ketua dan sekretaris serta fungsionaris DPD Golkar Bursel periode berikutnya.
Akibat kericuhan ini Mahedar menghentikan pelaksanaan Musda dan menunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kericuhan berawal dari salah satu peserta Musda yang melayangkan interupsi terkait pelaksanaan Musda.
Menurutnya Musda tidak dipersiapkan dengan baik oleh fungsionaris DPD Golkar Bursel. “Kita juga mau besar di partai. Kita mau segala sesuatu yang dilakukan sesuai dengan aturan organisasi. Ini kerja apa?. Jangan seperti ini,” kesalnya.
Usai interupsi itu terdengar bantingan kursi di lokasi Musda. Entah siapa pelakunya. Kondisi ini membuat peserta yang hadir emosi. Musda pun gaduh.
Sejak awal Musda dibuka, ketegangan sudah terlihat di luar lokasi Musda. Puluhan massa yang merupakan pendukung sejumlah calon ketua DPD II Bursel dikerahkan di pelataran penginapan Sartika.
Aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Polsek Namrole dan Brimob disiagakan di lokasi untuk mengamankan jalannya Musda partai berlambang beringin itu.
Kericuhan di ruangan Musda terdengar hingga di pelataran penginapan tersebut. Ricuh itu memancing massa pendukung calon ketua DPD II Bursel mencoba menerobos masuk ke lokasi Musda. Tapi gagal, aksi mereka dihentikan aparat kepolisian. Polisi berhasil mengendalikan situasi di dalam ruangan maupun di luar arena Musda.
Menghindari amukan sejumlah peserta yang emosi, tujuh orang fungsionaris DPD I Golkar Provinsi Maluku dievakuasi oleh polisi meninggalkan Kota Namrole menuju Namlea, ibu kota kabupaten Buru saat kejadian. Mereka yang dievakuasi diantaranya, Yusri Mahedar, Ridwan Marasabessy, Jems Timisela, Subhan Patimahu, dan Yoga Papilaya. Asryadi Tomia, Ketua Panitia Musda IV Partai Golkar Bursel juga ikut dievakuasi ke Namlea.
Informasi yang diperoleh Kabar Timur, Musda berlangsung ricuh akibat panasnya persaingan merebut kursi ketua DPD Golkar Bursel. Dan kepentingan Pilkada Bursel juga telah disusupi dalam Musda. Sebab rekomendasi Partai Golkar masih menjadi rebutan calon bupati dan wakil bupati Bursel di Pilkada 2020.
Tiga kader Golkar menjadi calon kuat ketua DPD II Bursel, yakni Zainudin Booy, Jamatia Booy, dan Asryadi Tomia. Sesuai aturan partai, Zainudin dan Jamatia berpeluang menjabat ketua DPD karena sudah lebih dari 5 tahun menjadi kader Golkar.
Zainudin telah dua periode menjabat ketua ketua DPD Golkar Bursel. Ini menjadi kali ketiga Zainudin maju bertarung merebut kursi DPD Golkar Bursel.
Sementara Asryadi belum genap 5 tahun. Disusupi kepentingan, Asyriadi didorong sebagai calon ketua DPD Golkar Bursel. Majunya Asyriadi, kader Golkar Bursel ini menuai pro kontra peserta Musda.



























