Dia mengaku, dua warga reaktif bersama 18 warga lainya dikarantina di salah satu penginapan. Pemda, kata dia, minta pengertian dari mereka yang dikarantina agar tidak pulang.”Jadi 18 orang diminta bertahan 10 hari dulu. Sementara dua orang yang reaktif sudah dipisahkan,”jelasnya.
Sementara delapan orang di mes Pemda dan empat orang lainya perumahan dokter bersama 20 orang yang menumpang KM Sabuk Nusantara, hasil tes negatif, sehingga mereka sudah dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.”Hanya, 20 orang dipenginapan berontak, sehingga dikaitkan dengan politik,”tegasnya.
Padahal, ingat dia, Pemda ingin menyelamatkan warga MBD dari ancaman virus mematikan itu. Apalagi, daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu, minim tenaga Dokter dan alat kesehatan.”Ketika mereka dikarantina itu duduk sama-sama. Kita minta pengertian demi masyarakat banyak. Nah, kita berharap mereka bertahan dulu, kalau hasil negatif mereka dipulangkan,”harap dia.
Soal warga setempat panik setelah dua orang yang dikarantina disebut terjangkit Covid-19, dia mengaku, Forkopimda MBD, himbau warga agar tetap tenang.”Ketua Gustu MBD pak Bupati, Wakil Gustu semua unsur Forkopimda, saya ketua harian. Kami himbau agar tenang karena baru hasil Rapid test. Ada beberapa tahapan tes lagi. Tadi kita baru menggelar jumpa pers,”papar dia.
Apalagi, ingat dia, Bupati MBD, Benyamin Noach, telah menginstruksikan agar akses perhubungan laut dan udara ditutup sementara. Sedangkan kapal kargo tidak dilarang menyinggahi daerah itu.”Kecuali kapal tol laut dan kapal barang milik Cong, tidak dilarang karena kapal tersebut mengangkut logistik”sebutnya.
Lantas, 32 orang berhasil masuk MBD dari Kota Ambon, dia mengaku, pihaknya sudah melarang kapal penumpang melayari daerah itu.”Namun, KM Sabuk Nusantara ternyata bawa 32 penumpang. Enam orang yang punya hasil Rapid test. Sementara yang lainya hanya keterangan kesehatan. Kita tidak tahu mereka bebas Covid-19 atau tidak,”pungkasnya. (KTM)



























