Ditambahkan Yahya, saat pengecekan langsung itu pihak distributor juga sempat meminta bantuan kepada Indag Maluku agar membantu memberikan rekomendasi kepada pihak suplayer di Surabaya untuk penambahan kuota masker bagi distributor di Maluku karena permintaan masker di Maluku banyak.
“Terkait permintaan dari distributor ini Akan kita sampaikan ke pimpinan, bila pelaku usaha membutuhkan bantuan, Pemda sifatnya menunggu, maka kita akan sampaikan kepada pimpinan yang berwenang,”jelasnya
Sementara terkait harga masker yang berbeda yang dijual oleh dua apotik tersebut, kata Yahya disebabkan karena kualitas masker. “Harga beda antara gidon dan natsepa disebabkan kualitas. Kalau di natsepa itu datangkan dari Surabaya, sedangkan Gidion dia datangkan bahan baku baru dirangkai di Ambon. Yang jelas natsepa punya kualitas lebih bagus. Di gidion masker dijual seharga 8ribu isi lima buah, sedangkan di Natsepa itu satu dos 20ribu isi lima buah, satu buah empat ribu,”bebernya.
Terkait aksi borong masker oleh masyarakat ini, Yahya mengatakan itu bagian dari upaya masyarakat mempersiapkan diri.
Hanya saja, dimintanya jangan sampai berlebihan. “Jadi itu kan hanya antisipasi saja, jadi masyarakat berusaha mempersiapkan diri. Tapi kepanikan itu jangan sampai berlebihan. Kalau panik itu berlebihan juga kan menimbulkan imunitas tubuh menurun,”terangnya.
Olehnya itu Indag menghimbau kepada masyarakat untuk membeli masker seadanya mengingat keterbatasan masker akibat dari terbatasnya stok dari suplayer di Surabaya. “Ssehingga apapun niat untuk mempersiapkan tetap juga harus memikirkan kebutuhan orang lain juga agar kondisi tetap kondusif,”tandasnya. (KTR)



























