“Iya, kita menurunkan penumpang kurang lebih 100 meter dari posisi pelabuhan. Karena di pelabuhan airnya pasang, makanya kita cari tempat yang dianggap lebih aman,” kata salah satu awak speedboat jurusan Seram-Tahoku.
Kepala Koordinator Pelabuhan Tahoku, Sandi Ollong membenarkan hal tersebut. Dikatakan, ombak besar disertai angin kencang sudah terjadi sejak 19 Januari 2020 lalu.
“Sudah sejak 19 Januari 2020 kemarin. Speedboat yang masuk juga tidak banyak seperti biasa. Kami dari perhubungan mengingatkan untuk lebih berhati-hati dalam berlayar,” katanya.
Dia juga mengimbau kepada para penumpang untuk memahami dan tidak panik ketika speedboat atau motor laut sulit sandar dan menunggu beberapa saat untuk bisa sandar. (MG3)



























