Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Tiba di Ambon, Gubernur Maluku Tinjau Pengungsi Korban Gempa

badge-check


Tiba di Ambon, Gubernur Maluku Tinjau Pengungsi Korban Gempa Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Gubernur Maluku, Murad Ismail langsung meninjau kondisi pengungsi korban gempa setiba di Ambon Kamis (26/9) malam.

Lokasi pertama yang ditinjau Gubernur adalah RSUD. Dr. Haulussy Ambon di kawasan Kudamati.

Kepada awak media di RSUD Haulussy, Ambon, Gubernur Maluku, Murad Ismail mengatakan di Maluku masih kurang sosialsasi terhadap langkah-langkah yang harus diambil ketika terjadi gempa.

“Kurang sosialisasi, kalau di Jepang itu saya liha tv, di brosur-brosur dibikin, ketika ada gempa, orang di dalam gedung di dalam rumah tidak perlu dia lari buru-buru keluar. Dia masuk di bawah meja atau dia masuk di bawah tempat tidur. Karena gempa itu tidak lama. Paling lama itu 10 detik. Nanti setelah tidak ada lagi goyangan, baru dia keluar. Kita di Ambon bukan rumah bertingkat yang habiskan tempat tidur,”sebutnya kepada awak media.

Dikatakannya, korban yang jatuh saat gempa karena panik.

Sehingga hal ini perlu mendapat perhatian. “Ini semua yang celaka yang ada disini ada yang patah tangan, anak kecil ada yang kena batu, karena panik. Ibunya selamat anaknya tidak selamat. Seakan-akan anak ini jadi tameng. Ini mesti jadi perhatian,”sebutnya.

Olehnya itu, Murad mengaku akan berkoordinasi dengan BNPB termasuk dengan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo agar dibuat sosialisasi tentang langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi gempa.

“Jafi nanti setelah ini saya akan bicara dengan Kepala BNPB, termasuk Doni Munardo besok pagi datang, untuk bikin sosialisasi atau brosur-brosur yang membicarakan menuangkan kalau apabila ada gempa , masuk lari ke bawah meja makan atau tempat tidur, baru setelah udah reda baru keluar,”tuturnya.

Apalagi kata mantan Dankor Brimob Polri itu, Maluku merupakan daerah pusat gempa. “Itu saya lihat di Tv Jepang, dimana-mana Jepang punya brosur itu. Tapi kita (tidak). Apalagi kita Maluku ini pusat gempa juga. Itu yang pertama kurang,”sambungnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada media untuk tidak menyebarkan berita hoax. “Saya minta kepada media-media juga, itu berita-berita hoax itu jangan sampai, jam tiga nanti gempa lebih besar lagi nanti tengah malam. Istri saya baru saja sms saya , tengah malam nanti ada gempa lebih besar lagi. Jangan kita mendahului tuhanlah. Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan Tuhan kasi kita cobaan ini tidak berkelanjutan,”tandasnya. (RUZ)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

15 Hari di Luar Daerah per Bulan: Pemerintahan KKT Dinilai “Jalan Setengah Mesin”, DPRD Didesak Ambil Sikap

25 Juli 2026 - 20:17 WIT

Pelni Ambon & Tim Gabungan Perketat Pengawasan Kapal dari Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Barang Terlarang

22 Juli 2026 - 21:30 WIT

BKKBN Maluku & Muslimat NU Bergandengan, Ubah Edukasi Stunting Jadi Aksi Nyata Lewat “Ibu Asuh”

21 Juli 2026 - 20:33 WIT

Ini Strategi Pemprov Maluku di Blok Masela Biar Putra Daerah Tak Cuma Jadi Penonton

21 Juli 2026 - 20:21 WIT

Menanti Blok Masela: Pelni Ambon Siap “Tancap Gas” Jika Arus Logistik Mulai Membanjir

17 Juli 2026 - 00:14 WIT

Trending di Maluku