KABARTIMURNEWS.COM,AMBON, – Diperlukan sistem peringatan dini untuk menangkal faham radikalisme dan terorisme yang mulai merebak di kampus-kampus perguruan tinggi di Maluku.
“Di daerah lain mungkin hal ini sudah biasa tetapi khusus di Ambon dan Maluku perlu ada sistem peringatan dini untuk memastikan bahwa kampus perguruan tinggi tidak mudah terpapar paham radikalisme,” kata Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Negeri Ambon, Dr. Saidin Ernas.
Hal ini disampaikan Saidin pada seminar sehari yang digelar Ambon Reconciliation and Mediation Center (ARMC) IAIN Ambon, Kamis (8/8).
Saidin yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar bertema “Data dan Pendekatan dalam Penanganan dan Pencegahan Aksi Radikalisme dan Terorisme (Kekerasan Ekstrimisme) di Maluku, memaparkan berbagai data yang ada menunjukkan Maluku selama ini dianggap sebagai salah satu titik panas simpul kekerasan di Indonesia, karena berkaca dari sejarah konflik yang melanda provinsi tersebut pada 1999.
Tetapi dalam konteks terorisme dan radikalisme sendiri itu merupakan masalah berbeda yang perlu dilihat secara cermat dan mendalam.
“Memang data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) maupun oleh The Habibie Center misalnya tidak memperlihatkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Tetapi hal ini perlu terus diwaspadai mengingat perkembangan paham radikalisme selalu tumbuh dari fenomena yang kecil berkembang menjadi luas,” katanya.
Saidin juga menyatakan banyak mendapat informasi dari beberapa dosen Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon tentang perubahan perilaku kalangan mahasiswa mereka, yang cenderung menunjukkan sikap-sikap lebih eksklusif dan radikal.
Bahkan belakangan mereka mengeksploitasi masalah lainnya hingga ke tingkat menganggap orang-orang lain sebagai kafir dan sebagainya. “Ini sebetulnya sudah mengkhawatirkan meskipun dalam jumlah masih sangat kecil. Kita perlu mencari tahu siapa kelompoknya serta aktor yang memiliki jaringan ke kampus karena umumnya mereka mengembangkan jejaring keluar dan berhubungan dengan pihak yang disebut sebagai mentor,” tandas Saidin.



























