Sekilas Info

BPBD: Ambon Rentan Terjadi Bencana Geologis

SENHTIA FERDINANDUSSOSIALISASI: :Asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon Romeo Soplanit saat membacakan sambutan saat kampanye Pengurangan Resiko Bencana Bagi Masyarakat, di aula Kantor Camat Sirimau, Rabu (7/8).

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON- Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan resiko bencana maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon menggelar kampanye pengurangan resiko bencana bagi masyarakat, di aula Kantor Camat Sirimau, Rabu (7/8).

Asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Romeo Soplanit dalam sambutan tertulis Walikota Ambon Richard Louhenapessy, menjelaskan, Kota Ambon termasuk dalam daerah yang rawan bencana.

Berdasarkan Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kota Ambon menempati peringkat ketiga sacara Nasional dengan indeks resiko tinggi.

Lanjut Soplanit menjelaskan, secara geologis Kota Ambon terletak pada pertemuan tiga lempeng bumi, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Selain itu, Kota Ambon juga dilintasi Ring of Firel cincin api dunia.

“Kondisi demikian membuat Kota Ambon rentan terhadap bencana geologis, seperti gempa bumi, tsunami dan gunung api,”katanya.

Sehingga kata Soplanit, termasuk juga dengan bencana banjir maka sudah sepatutnya pihaknya melaksanakan penanggulangan bencana yang efektif sejak mulai dari tahapan pra bencana yang efektif pula, karena disadari ancaman bencana bisa terjadi di sekitar kapan saja.

“Karena itu saya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan kampanye penyadaran publik untuk memperkaya pengetahuan kita tentang bagaimana pengelolaan resiko banjir yang tepat,”katanya.

Lanjut Soplanit mengatakan, mulai dari pengetahuan akan ancaman banjir, upaya-upaya pencegahannya dan bagaimana mengelola dan mengtasi permasalahan banjir yang ditemui di masyarakat.

“Mari kita tingkatkan kapasitas kita dalam pengurangan resiko banjir di Kota Ambon, apabila pengetahuan kita akan hal tersebut meningkata maka sudah barang tentu resiko bencana dapat terminimalisir. Sesuai dengan rumusan bahwa resiko bencana berbanding lurus dengan ancaman dan kerenatana, namun berbanding terbalik dengan peningkatan kapasitas,”tutur Romeo.(MG2)

Penulis:

Baca Juga