Tak hanya disitu, dia mengaku, pihaknya memanggil BPJN untuk mempertanyakan ruas jalan di SS yang mengalami kerusakan setiap tahun.’’Kita akan dengar penjelasan kenapa jalan SS tiap tahun mengalami kerusakan,’’tandasnya.
Komisi C juga akan meminta penjelasan progres pengerjaan sejumlah jembatan yang sementara diperbaiki maupun jembatan yang mengalami kerusakan akibat curah hujan yang tinggi beberapa waktu lalu.
‘’Jembatan Wailau di Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, proses pengerjaan sampai sekarang belum selesai. Begitu jembatan Waikaka yang mengalami kerusakan. Penangann sejauh mana,’’jelasnya.
Ketika ditanya, pihaknya mengundang BWS dan BPJN terkait pembangunan sejumlah infrastruktur yang dipersoalkan, karena surat masuk dari masyarakat, dia mengaku, selain surat masuk pemberitaan media bagian dari aspirasi masyarakat.’’Berita koran juga surat masuk. Selama ini khan Komisi C selalu respon persoalan yang ada ditengah masyarakat. Kita undang mereka (BWS dan BPJN) bagian dari surat masuk,’’tegasnya.
Dia membantah kalau berbagai persoalan infrastruktur yang terjadi, tidak disikapi komisi yang dipimpinya. Dia menegaskan, berbagai persoalan infrastruktur yang muncul dipublik, akan dibahas dan dipercakapkan.’’Selama ini kita selalu merespon dan menindaklanjuti persoalan yang ada. Kita sudah berencana memanggil BWS dan BPJN,’’katanya.
Hanya saja, lanjut dia, banyak anggota komisi berhalangan hadir karena kesibukan setelah pemilu legislatif.’’Kita ini khan baru saja selesai pemilu legislatif. Ada teman-teman komisi yang masih fokus bersengketa Mahkamah Konstitusi. Jadi kalau rapat tidak kourum,’’ingatnya.
Untuk itu, dia berjanji, kedepan berbagai persoalan yang terjadi selalu direspon komisi yang membidangi infrastruktur dan anggaran itu.’’Tujuanya, bagaimana kita menjawab kerindunan masyarakat terkait pembangunan infrastrktur yang idkerjakan BWS dan BPJN,’’pungkasnya. (KTM)



























