KABARTIMURNEWS.COM,TERNATE – Setelah gempa mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) berkekuatan 7,2 skala richter (SR) pada Minggu (14/7), mengakibatkan para nelayan di kawasan pesisir daerah itu enggan mencari ikan di laut.
“Kami masih takut melaut karena pascagempa di daerah ini beberapa waktu lalu hingga saat ini gempa bumi masih terus menerus terjadi mengguncang setiap saat,” kata salah seorang nelayan di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Ahmad, Rabu.
Sudah memasuki sembilan hari Pasca gempa yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan, mengakibatkan para nelayan di sejumlah wilayah di pesisir Pulau Halmahera takut melaut, karena beralasan masih trauma.
Menurut dia, bahwa nelayan sebenarnya sudah ingin mencari ikan, namun karena banyak informasi yang beredar di masyarakat akan terjadi gempa bumi susulan, bahkan isunya juga akan terjadi tsunami.
Selain itu, harga ikan di sejumlah desa di berbagai kecamatan di Gane Barat dan kecamatan lainnya yang ada di wilayah pesisir Pulau Halmahera terpaksa melonjak.
Ahmad berharap bahwa bencana alam segera berakhir, agar mereka d isini dapat kembali melaut untuk memenuhi kebutuhan keluarga, karena salah satu mata pencarian masyarakat di pesisir Pulau Halmahera adalah nelayan.



























