Aksi nekat lelaki 30 tahun asal Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Nabarat, Sulawesi Tenggara ini membuat panik para penumpang. Upaya menghentikan niat Hamuli dilakukan. Termasuk korban Arham yang hingga malam kemarin belum ditemukan.
Niat Arham untuk menyelamatkan nyawa Hamuli nyaris berhasil. Sayang, ajal berkata lain. Berdasarkan video rekaman tiga penumpang melalui kamera ponsel dari sisi berbeda yang diterima Kabar Timur, tampak tangan Hamuli sudah dipegang Arham.
Hamuli yang hanya mengenakan celana dalam ini, saat itu mulai terlihat jinak mengikuti kemauan Arham. Entah mengapa, tiba-tiba dirinya terjatuh bersama Arham. Mereka terjatuh di perairan laut Pulau Tiga, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Saat terjatuh, kedua korban sempat terlihat berenang di tengah laut. Namun, saat kapal kembali untuk menyelamatkan keduanya, hanya Hamuli saja yang ditemukan. Sementara Arham, tidak.
Hamuli ditemukan terombang-ambing. Tangannya masih terlihat bergerak. Namun ajal berkata lain, saat berhasil diselamatkan. Dia meregang nyawa saat ditarik ke atas kapal.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Cabang PT. Pelni Ambon, Rudy Pentury memastikan Pelni akan menanggung biaya dan proses pemulangan jenazah La Hamuli ke kampung halamannya di Baubau.
“Hasil koordinasi kita dengan keluarga korban, karena korban dari Baubau menuju Manokwari, kita sepakati jenazah diturunkan dan kita menanggung mobil ambulance yang membawa jenazah korban ke RST dan akan diformalin, dikafanin dan kita siapkan peti untuk dikembalikan ke Muna, Baubau,” jelasnya.
Untuk proses pemulangan jenazah La Hamudi, kata Pentury, diupayakan dalam waktu dekat menggunakan pesawat. “Jadi kita tetap sesuai aturan main yang ada di perusahan,” katanya.
Upaya pemulangan jenazah akan dibicarakan lebih rinci dengan keluarga. “Dari pihak keluarga ada dua orang yang dampingi jenazah, sementara rekan-rekan lainnya melanjutkan perjalanan ke Manokwari,” pungkasnya. (CR1)



























