Sementara suara caleg Golkar DPR Pileg 2014 sebanyak 8. 049 suara. Pileg 2019 suara Golkar justeru menurun. Meski meraih dua kursi untuk DPRD Provinsi Maluku, dari Golkar dengan 27.870 suara, namun tidak linier dengan suara DPR RI.
’’Suara caleg Golkar untuk DPR RI hanya 5.899 suara pada Pileg 2019. Ini tidak linier dengan suara DPRD Provinsi dari Golkar di Buru. Suara Golkar di Buru justeru menurun. Nah, Ramli ini tidak konsisten terhadap Golkar. Ramli tidak fokus. Ini kesalahan fatal yang dilakukan Ramli,’’kesalnya.
Hilangnya kursi langganan Golkar di DPR, tambah dia, secara organisasi sangat memalukan. Apalagi, parpol papan atas sekelas Golkar. “Anda pikir kursi DPR tidak lolos kita tidak malu. Ini parpol besar. Apalagi, Golkar dipimpin tiga kepala daerah. Masak kita tidak tempatkan salah satu kader Golkar di DPR RI. Pada pemilu legislatif sebelumnya, meski tidak ada kepala daerah dari Golkar, kita tetap dapat kursi,’’tuturnya.
Terpisah, Ramli menyatakan, kesiapanya maju merebut kursi ketua DPD Golkar Maluku. Dia beralasan dirinya dinonaktifkan karena Richard takut terhadap dirinya untuk perebutan posisi ketua DPD Golkar Maluku. ‘’Kita tunggu di Musda DPD Golkar Maluku. Mari kita bertarung secara feer,’’tantang Ramli ketika dihubungi Kabar Timur, kemarin.
Ramli mengatakan, dirinya dinonaktifkan dari ketua DPD Golkar Buru, karena ada kader tertentu termasuk Richard takut kalau dirinya maju merebut kursi Ketua DPD Golkar Maluku.’’Jangan takut. Jangan karena takut lalu saya di Plt (pelaksana tugas ketua Ketua DPD II Golkar Buru). Saya siap maju merebut kursi ketua DPD II Golkar,’’tegasnya.
Kendati begitu, dia menegaskan, dirinya bersama sejumlah kader Golkar lainya, termasuk Richard tidak bermusuhan.’’Kita memang berkompetisi di Musda, tapi kita tidak bermusuhan,’’sebutnya.
Lantas, kapan Musda DPD Golkar Maluku digelar, dia mengaku, Musda digelar setelah Munas DPP Golkar medio Desember 2019 mendatang.’’Saya tengah konsolidasi untuk mendapat dukungan di Musda nanti,’’terangnya.
Soal pernyataan ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff, kalau penonaktifan 10 DPD II Golkar termasuk dirinya, tidak dikordinasikan dengan mantan Gubernur Maluku itu, Umasugy mengaku, dirinya tidak tahu pernyataan Assagaff. “Wah, saya tidak tahu,’’elaknya. Umasugy juga membantah mendukung Bambang Soesatyo sebagai calon ketua Umum DPP Golkar di Munas.’’Saat ini ketua umum DPP Golkar Airlangga Hartarto. Pak Airlangga itu resmi ketum kita,’’katanya.
Ketika disingung pertemuan ketua DPD Golkar Maluku, Said Assagaff, Sekretaris DPD Golkar Maluku, Ruland Tahapary, dan ketua dan sekretaris delapan DPD II Golkar dengan Airlangga Hartarto, Sabtu (13/7) dirinya tidak ikut dalam pertemuan itu, dia membenarkan.’’Memang saat pertemuan itu saya di Kota Ambon. Tapi ada perwakilan dari DPD Golkar Buru, ikut dalam pertemuan’’jelasnya. (KTM)



























