Hasil kajian, ujar dia, hanya informasi pembanding berkaitan dengan penyebab kerusakan tiga gedung milik IAIN. Tapi dari sisi pembangunan, apakah sudah sesuai dengan kontrak itu yang mesti ditelusuri.
Menurut dia, banyak kemungkinan dan persoalan hukum yang bisa digali dari sisi tersebut. “Kita sarankan Kejati segera bentuk tim investigasi saja,” tandas Faisal.
Terpisah sumber Kabar Timur di Rektorat IAIN Ambon mengungkapkan, sebelum tanah yang diduga bergerak ketika hujan deras melanda beberapa waktu lalu, sebelumnya di tahun 2018 pernah terjadi longsor. Yakni pada kemiringan lahan tanah liat di samping dan belakang auditorium.
Kemiringan pada lahan tersebut merupakan bekas gusuran alat berat ketika lahan lokasi berdirinya auditorium dipersiapkan. Anehnya ketika longsor sudah terjadi, baru lah dibangun bronjong dan talud satu jalur yang terlihat asal-asalan. “Jadi kemungkinan longsor itu tanda tanahnya sudah mulai bergerak waktu itu,” kata dia.
Tapi, sambung sumber, yang dibangun ternyata hanya bronjong dan tembok talud yang rendah. “Seharusnya sekitar 10 meter lah, bukan cuma tinggi dua meter atau berapa itu,” ujar sumber.
Sumber menilai, faktor alam hanya dalih pihak Rektorat untuk menutupi kesalahan yang telah terjadi sejak perencanaan maupun pembanguan gedug Auditorium IAIN. Faktanya, sumber mencatat selama lahan dipersiapkan tahun 2017, sekitar 5000 ton material tanah digusur dari lokasi auditorium saat ini.
“Tanah-tanah sisa gusuran itu ada yang dijual oleh orang-orang di rektorat,ada yang diambil oleh dosen-dosen. Kalau dibuang kemana, itu saya tidak tahu,” ucap sumber.
Sumber mengaku kalau dirinya bukan orang teknik yang menguasai struktur tanah terkait pembangunan gedung. Namun dari kacamata orang awam saja, aku dia, jika lahan digusur dengan cara memotong bukit dengan alat berat, sementara masih ada sisa bukit di sebelah atas, bukit sisa itu pasti turun ke lokasi kosong di bawahnya. “Itu hanya analisa sederhana saja. Tapi saya yakin ini sudah penyebab tanah-tanah di sini bergerak,” ujarnya. (KTA)



























