Sekilas Info

Soal Musik Kota Ambon Spesial

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Masyarakat Ambon harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kearifan budaya lokal guna kepentingan pemeliharaan. Demikian kata musisi senior Indonesia, Harry Anggoman.

"Kearifan budaya di Ambon luar biasa, saya takut jangan sampai hilang karena itu masyarakat harus sadar bahwa kita mempunyai segalanya, baik itu seni budaya musik maupun tarian," kata musisi yang pernah berkiprah di grub band Gong 2000 itu di Ambon, Sabtu.

Menurut dia, anak muda Ambon harus lebih bangga dan peduli terhadap budaya sendiri karena. kekayaan budaya merupakan aset yang berharga.

Kearifan budaya dari sisi musik, kata dia, Ambon memiliki beragam alat musik, seperti tifa, totobuang, ukulele, hawaiian.

Selain itu, kata dia, memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki kota lain, yakni sebagai gudangnya penyanyi dan pencipta lagu.

"Ambon memiliki suatu yang berbeda, karena budayanya bisa dikombinasi dengan musik dari luar daerah atau negara luar dan menghasilkan warna baru bagi musik Indonesia, yang terpenting bagaimana upaya promosi dan kemasan seperti apa maka akan ada hasil," kata pemegang keyboard di grup Gong 2000 itu.

Harry menjelaskan banyak penyanyi di Indonesia tetapi yang bertahan adalah mereka yang mempunyai lagu bagus untuk didengar dan dijual.

Terlalu banyak lagu tetapi jika tidak dapat dinikmati, kata dia, percuma.

"Ambon ini gudangnya penyanyi dan pencipta lagu, jika karyanya bisa dikolaborasikan contoh bahasa boleh Ambon tetapi musik 'regae' dan nyanyikan dengan cara dan bahasa Ambon memiliki nilai sendiri yang harus dipertahankan," ujarnya.

Ia mengakui pernah membawa musik Ambon ke pameran budaya di Belanda dengan mendapat sambutan luar biasa, di mana seluruh penonton bertahan hingga akhir acara untuk mendengar musik.

Tidak hanya itu, kata dia, tarian khas Maluku, seperti dansa tali hanya ada di Ambon. Hal itu sesuatu yang berbeda dan jika bisa dikombinasi akan menjadi budaya lokal yang menarik untuk dipromosikan.

"Jika tidak dilestarikan saya takut budaya ini hilang, dengan menjadikan musisi atau penari sebagai profesi, hal ini yang dikhawatrikan karena itu masyarakat Ambon cintai budaya kita dan hargai apapun melalui dukungan moril untuk berkembang lebih baik, terutama untuk mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia," katanya. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga