Tapi sayangnya, mata-mata air itu rusak, akibat pembangunan auditorium dimaksud. “Di situ khan ada empat mata air, tidak mesti bangun di situ. “Akibat mata airnya dirusaki, akhirnya alam marah, khan begitu,” ujar Kaliky kesal.
Pantauan Kabar Timur kemarin, selain police line dipasang, pihak Pemkot Ambon memasang tanda peringatan bahwa longsor dapat terjadi kapan saja di areal tersebut. Belum berhasil dikonfirmasikan ke dinas terkait di Pemkot Ambon terkait IMB yang disebut-sebut tidak dikantongi ini.
Aliansi Mahasiswa Peduli IAIN Ambon seperti janji mereka masih menggelar demo menuntut penjelasan Rektor Hasbullah Toisutta. Abdul Gani Rabrusun, salah satu orator demo menuding, adanya korupsi di balik pembangunan gedung auditorium IAIN Ambon.
Objek yang disoroti pihaknya adalah, soal talud penahan di samping gedung tersebut yang dinilai asal-asalan dalam pekerjaannya. Selain itu, talud ternyata baru dibangun setelah gedung selesai, namun tak lama kemudian terjadi longsoran dari atas bukit di samping auditorium.
Menyikapi hal itu, pihak rektorat mengambil langkah membangun talud tersebut. “Talud itu baru dibangun, setelah longsor pasca gedung dibangun. Mestinya khan talud dibangun satu paket dengan auditorium. Indikasi korupsinya di situ, kontraktor dan rektor kita minta diusut,” imbuhnya. (KTA)



























