KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Enam orang pencuri yang spesial mengincar sekolah diringkus polisi. Lima lainnya masih buron. Semuanya bermukim di Desa Tulehu. Otaknya diduga bekas preman Jakarta berinisial MJP. Kurang lebih 25 sekolah di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon, berhasil dibobol.
Belasan sindikat pencurian yang berhasil dibekuk aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, adalah MJP (33), YZA (22), IT (21), MYT (25), BN (25) dan FL (19). Sementara LA, FA, FI, SA dan KI masih dalam pengejaran.
Komplotan pencurian khas harta benda milik sekolah ini terungkap selama tiga hari berturut-turut. Berawal dari pengungkapan MJP, otak dan ketua kelompok pencurian itu, pada Sabtu (15/6). Dari mulutnya, tim Buru Sergap kembali menangkap YZA dan IT, Minggu (16/6). Esok harinya, anggota Satreskrim Polres Ambon itu menggerebek MYT, BN dan FL.
“Mereka semua ditangkap di (Desa) Tulehu (Maluku Tengah). Kecuali FL yang ditangkap di (Desa) Laha (Kota Ambon),” ungkap Wakil Kepala Polres Ambon, Kompol Ferry Mulyana kepada wartawan di Markas Polres Ambon, Kota Ambon, Selasa (18/6).
Ke-enam pencuri yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerumuskan ke dalam rumah tahanan Polres Ambon, itu mengaku beraksi di sekitar 15 sekolah berbeda di Pulau Ambon. Hasil koordinasi pihaknya dengan Polsek Jajaran pada Polres Ambon, ditemukan 4 laporan polisi tentang pencurian di sekolah yang dilakukan para pelaku.
“Yang diingat para tersangka ada 15 sekolah yang mereka bobol. Tapi kami prediksi ada sekitar kurang lebih 25 sekolah. Sasaran mereka barang berharga seperti Laptop, Infocus, Layar Monitor, Uang Tunai dan Celengan,” terangnya.
Berawal dari penangkapan MJP, tim bergerak meringkus YZA dan IT. Keduanya diamankan bersama barang curian seperti 1 Layar Monitor warna Hitam dan 1 warna Putih. Alat elektronik ini milik sekolah LKMD yang berada di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon. “Barang curian itu diambil oleh pelaku YZA dan MJP,” tambah Mulyana.
Sekolah LKMD Laha itu, lanjut Ferry, dibobol dua kali. Barang sekolah yang diambil pelaku pertama yaitu YZA, BN, MJP dan MYK adalah 2 buah Infocus, 1 Laptop, Handpone, dan 3 Unit Layar Monitor. Di waktu berbeda, giliran pelaku kedua yaitu YZA bersama 2 buronan yaitu LA dan FA. Mereka mencuri 3 unit Layar Monitor berbeda merek.
Selain di Laha, komplotan pencuri juga beraksi di SMA Negeri 3 Salahutu. Sekolah yang berada di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu ini kehilangan 7 buah Infocus. Pelaku pencurian adalah YZA, IT dan yang masih dikejar yaitu LA dan FA.
Sekolah lainnya yang menjadi korban adalah SMA Amahusu, Kota Ambon. Pelakunya yaitu YZA dan IT. Mereka mengambil 8 unit layar monitor milik sekolah yang berada di Kecamatan Nusaniwe tersebut. Terpisah, pelaku BN, MJP dan MYK juga beraksi di SMA Negeri 2 Salahutu. Sekolah yang berada di Desa Suli ini kehilangan 1 unit Infocus dan Laser.
“SD Suli juga dibobol pelaku MJP dan MYK. Mereka mengambil 1 unit Infocus. Keduanya juga beraksi di SMA Negeri 5 Wayame. Mereka membawa kabur uang tunai sebesar Rp5 juta,” jelasnya.



























