KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Kekecewaan dan kesedihan Pak Murad setelah melihat langsung jumlah peserta kafilah asal Malteng tanpa kehadiran Bupati Tuasikal, sifatnya temporer.
Gubernur Maluku Murad Ismail menunjukkan kekecewaannya terhadap Bupati Kabupaten Maluku Tengah Abua Tuasikal. Dia menyentil Tuasikal yang dinilai acuh dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Maluku ke-28 di Kabupaten Buru.
Selain jumlah kafilah Malteng yang disebut relatif sedikit, Tuasikal juga tidak menghadiri acara pembukaan MTQ di Namlea, Ibu Kota Kabupaten Buru, Jumat (14/6) malam.
Bukan hanya kecewa, Murad juga mengaku sedih dengan minimnya perhatian Tuasikal terhadap event keagamaan umat Islam itu. “Saya tidak mau simpan di hati, daripada saya simpan di hati jadi penyakit bagi saya, lebih baik saya kasi tau. Demi Allah saya menangis. Tadi begitu saya lihat kontingen Maluku Tengah lewat, kontingen MBD, MTB (Tanimbar) lewat saya mengucurkan air mata. (MBD, MTB) luar biasa,” ujar Murad usai membuka MTQ tingkat Provinsi Maluku ke-28 di Namlea.
Menurutnya, jumlah jiwa dan DPT Malteng terbesar di Provinsi Maluku, tapi seakan tidak peduli dengan hajatan MTQ. “Jangan-jangan pemerintah daerah (Malteng) tidak membantu masyarakatnya. Bagaimana jadi bupati dua periode tidak peduli. Mungkin karena sudah habis Pilkada, Pileg dan Pilpres jadi tidak peduli,” sentilnya.
Dia menyindir Tuasikal, jangan karena masa jabatan sebagai bupati akan berakhir tahun 2022, sehinga tidak peduli terhadap rakyatnya. “Jangan karena sudah mau habis masa jabatan, jadi tidak peduli dan acuh. Seharusnya sebelum kita habis masa jabatan harus optimal melayani masyarakat. Saya minta kepada seluruh bupati dan walikota harus bekerja melayani masyarakat sesuai janji-janji kampanyenya,” kata Murad mengingatkan.
TUAI KECAMAN
Meski demikian, kekecewaan dan kesedihan Murad dianggap hanya bersifat temporer. Kekecewaan itu akan cepat pulih seperti sedia kala tatkala jumpa dilain waktu pada moment riang bersama Bupati Malteng Abua Tuasikal.
“Kekecewaan dan kesedihan Pak Murad setelah melihat langsung jumlah peserta kafilah asal Malteng lalu kemudian tanpa kehadiran Bupati Tuasikal, saya rasa ini sifatnya temporer. Pasti juga ada waktu dimana pak Gubernur dan Pak bupati Malteng tertawa bersama di moment berbeda,” kata Ketua Pukat Seram, Fahry Asyatrhy kepada Kabar Timur, kemarin.
Menurutnya, meskipun gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah, kekecewaan itu tidak bisa berujung pada sanksi administratif apalagi sanksi hukum.



























