Sekilas Info

Belum Ada Komunikasi Penutupan Tanjung

Ilustrasi

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, mengakui hingga saat ini belum bisa menentukan sikap komisi terkait kabar penutupan Lokalisasi Tanjung Batu Merah, yang berada di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Padahal sebelumnya Sekertaris Kota Ambon, A.G. Latuheru, mengatakan akan menutup lokalisasi Tanjung Batu Merah. Proses itu akan diawali dengan sosialisasi guna mendapatkan persetujuan dari semua stakeholder, diantaranya Tokoh agama, masyarakat dan lain sebagainya termasuk DPRD kota Ambon.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Anggota Komisi I Margaretha Siahay, yang diwawancarai sejumlah wartawan pada Jumat (14/6) kemarin mengatakan, terkait dengan pernyataan Sekot tersebut, belum ada komunikasi resmi dari Pemkot kepada pihaknya.

"Kami belum tahu soal informasi kalau menutup Lokalisasi harus perlu melakukan sosialisasi kepada semua pihak termasuk DPRD Kota Ambon. Jadi untuk persoalan ini kami belum bisa menentukan sikap, kita tunggu dulu ada komunikasi dari Pemkot, baru komisi akan bersikap," paparnya.

Sementara itu, disinggung temuan 30 Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Tanjung Batu Merah, yang terindikasi mengidap penyakit HIV/AIDS, Siahay mengatakan akan mengusulkan persoalan ini itu Komisi agar bisa mendesak Dinas kesehatan agar melakukan pengawalan.

"Mungkin nanti, kami akan agendakan pertemuan dengan Dinas kesehatan selaku mitra kerja, guna menyikapi bersama personal 30 PSK yang terindikasi mengidap penyakit HIV/AIDS tersebut. Ini bukan persoalan sepele," ungkapnya.

Secara terpisah, sebelumnya, wakil Ketua Komisi I DPRD kota Ambon, Rovik Akbar Afifudin mengatakan, jika penutupan sudah dicanangkan Apalagi dikatakan langsung oleh walikota Ambon, maka jangan berbelit-belit dan harus segera ditindaklanjuti.

"Mau tunggu apalagi, kalau mau ditutup ya ditutup saja, tidak usah umbar-umbar kesana kesini. Sebab kalau tidak ditutup maka itu akan menjadi bola liar di kalangan masyarakat. Masyarakat akan mempertanyakan kenapa belum juga ditutup padahal sudah dikatakan akan ditutup oleh walikota,"paparnya. (M5)

Penulis:

Baca Juga