Sekilas Info

Revitalisasi Pasar Mardika Ditangani Kemendag

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Revitalisasi pasar Mardika Ambon masuk dalam agenda program strategis nasional mendapat lampu hijau. Ketua Komisi C DPRD Maluku Anos Yeremias, mengaku Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan anggaran Rp 150 miliar untuk pekerjaan program tersebut.

“Rencana pembenahan, setelah lokasi pasar Mardika masuk pada opsi prioritas atau diutamakan untuk pasar yang memiliki potensi perdagangan besar di suatu daerah. Karena biaya yang diperlukan cukup besar, makanya diserahkan ke Kemendag. Nilainya capai Rp 150 miliar,” kata Anos di gedung DPRD Maluku, Selasa (21/5).

Program revitalisasi pasar rakyat, merupakan salah satu bentuk komitmen Kemendag untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat, meningkatkan kesejahteraan pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik, distribusi bahan kebutuhan masyarakat dan mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar.

“Dari hasil koordinasi kami di Jakarta, dalam waktu dekat kami undang Disperindag Maluku membahas revitalisasi dimaksud,” ujarnya. Menurut Anos, Komisi C DPRD Maluku juga akan melakukan pendekatan dengan Kementerian PUPR sehingga program ini bisa secepatnya terealisasi di Kota Ambon.

Dikatakan, tujuan dari revitalisasi pasar rakyat guna meningkatkan pendapatan para pedagang juga pelaku-pelaku ekonomi yang ada di masyarakat. Selain itu juga untuk memudahkan akses transaksi jual beli dengan nyaman.

Mekanisme pembiayaan revitalisasi/pembangunan pasar rakyat tersebut dilaksanakan melalui beberapa jalur pendanaan yang bersumber dari APBN dan APBN Perubahan Kementerian Perdagangan.

“Kemudian melakukan pendekatan soal perevitalisasian pasar karena sangat penting pedagang kita di Kota Ambon,” ujar politisi Golkar ini. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, lanjut dia, revitalisasi pasar oleh Kemendag bukan hanya dari sisi perbaikan fisik melainkan juga dari sisi ekonomi, sosial budaya dan manajemen.

Kemendag juga menganjurkan pemerintah daerah yang tengah membangun dan merevitalisasi pasar-pasar rakyat merujuk pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditetapkan untuk pasar rakyat.

“Semoga manfaat revitalisasi, bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas, terutama guna mendukung basis ekonomi daerah. Pasar rakyat yang telah direvitalisasi diharapkan dapat dijadikan model oleh pemerintah daerah dalam pembangunan dan pengembangan pasar rakyat lain di masa yang akan datang,” harap dia.

Dia melanjutkan, agenda strategis dari revitalisasi pasar adalah meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk domestik. Yakni, dalam rangka mengatasi krisis ekonomi melalui pengurangan produk impor. (MG3)

Penulis:

Baca Juga