KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Lambannya penanganan dugaan korupsi proyek pengadaan empat unit speedboat di Dinas Perhubungan Maluku Barat Daya (MBD), yang telah berstatus penyidikan yang belum juga ada tersangka menimbulkan spekulasi kalau ada “orang kuat” dibalik kasus ini. Benarkah?
Spekulasi dugaan adanya “orang kuat” dibalik kasus ini, setidaknya disampaikan salah satu warga MBD bernama Piter, saat bincang-bincang dengan Kabar Timur, Rabu, kemarin.
“Dugaan kami pasti ada “orang kuat” yang menjadi benteng kasus ini. Kalau tidak ada benteng orang kuat, bisa dipastikan tersangka kasus ini sudah ditetapkan,” kata Piter. Apalagi, lanjut dia, kasusnya telah berstatus penyidikan.
Piter mengatakan, dalam anatomi satu kasus tindak pidana korupsi yang diselidiki (penyelidikan), kemudian displit atau dinaikan ke penyidikan, maka penyidik telah menemukan setidaknya dua alat bukti.
“Artinya, bukti-bukti adanya kerugian negara dalam proyek pengadaan empat unit speedboat yang menjadi dugaan korupsi itu sudah terang. Pertanyaannya kenapa kasus ini belum juga ditetapkan tersangkanya,” tanya dia.
Kendati begitu, Piter mengaku, masih optimis kasus ini akan bergulir ke meja hijau. Pasalnya, Polda Maluku, lewat juru bicaranya, Kombes Pol Moh. Roem, telah menyatakan itu ke publik. “Saat ini, sebagai publik MBD, kita tinggal menagih janji itu, ke Polda Maluku,” terangnya.
Meskipun disana-sini, spekulasi mengkraknya kasus ini mendapat perhatian serius publik. “Saya kira Polda Maluku sebagai institusi penegak hukum yang menangani kasus ini juga tidak mau kehilangan kepercayaan publik. Siapapun yang terlibat sudah pasti akan dijerat,” papar Piter, seraya meminta Media sebagai corong publik, harus bisa mengawal kasus ini.
Diberitakan sebelumnya, praktisi hukum MBD Fredi Ulemlem menyoroti soal lambannya progres penanganan kasus ini. Kasus yang diduga miliaran rupiah dana negara dikorupsi dari pengadaan empat unit speedboat ini ditangani Direskrimsus Polda Maluku.
“Kami minta agar progres kasus ini segera diumumkan, sehingga siapa tersangka dibalik proyek empat unit speedboat bisa diketahui publik,” ungkap Fredi Ulemlem.
Dikatakan, progres penanganan kasus ini sangat dinanti warga MBD. Apalagi empat unit speedboat yang bermasalah kini hanya menjadi tontonan warga setempat. “Polda Maluku jangan diamkan kasus ini,’’tandasnya.



























