Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Aksi May Day di Ambon Tanpa Buruh

badge-check


Aksi May Day di Ambon Tanpa Buruh Perbesar

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Peringatan Hari Buruh, 1 Mei kemarin, atau lebih dikenal dengan May Day kerap dilakukan aksi demontrsasi. Kali ini aksi unjuk rasa untuk menyuarakan kepentingan buruh dilakukan oleh kurang lebih 40 orang mahasiswa.

Tidak ada pekerja buruh dalam aksi demo yang berlangsung di depan monumen Gong Perdamaian Dunia, Kota Ambon, Rabu (1/5). Puluhan mahasiswa menyuarakan nasib buruh untuk kesejahteraan, keadilan, kesetaraan dan kehidupan.

Aksi mahasiswa yang mengatasnamakan Komite 1 Mei untuk Kemerdekaan, Kesetaraan dan Kesejahteraan (KOMITMEN) itu, juga meminta pemerintah agar bisa memberikan keringan kerja kepada kaum wanita yang sedang mendapatkan haid.

“Kami menuntut hak perempuan yaitu pemerintah harus memberikan cuti kepada wanita yang mendapat haid. Mereka tidak boleh dipekerjakan,” ungkap koordinator aksi Ilen Alamin.

Selain berorasi, puluhan mahasiswa tampak membawa sejumlah pamflet dan spanduk berisi tuntutan sikap. Selain meminta cuti haid tanpa syarat, mereka juga meminta untuk menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan, lawan perampasan tanah oleh investor asing, lawan perampasan sumberdaya oleh oligarki (imperealisme dan neokolonialisme), naikan upah buruh dan cabut PP 78 Tahun 2015.

Dalam aksi unjukrasa yang dikawal aparat Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease itu, mahasiswa juga menuntut 4 hal. Diantaranya demi kesejahteraan, keadilan, kesetaraan dan kehidupan.

Khususnya untuk Demi Kesejahteraan, para pendemo meminta jam kerja dikurangi dari 6 jam per hari. Naikan upah 100%, hapuskan sistem kerja kontrak, outsourching, dan magang. Cabut PP 78/2015, cuti haid tanpa syarat. cuti hamil dan melahirkan selama 14 Bulan, majukan standar Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3), serta melaksanakan konvensi buruh migran.

Demi Keadilan, pengunjuk rasa juga mendesak pemerintah mencabut Undang Undang Ormas, stop hukuman mati, usut dan tuntaskan kejahatan serius masa lalu, hapus impunitas, adili pelaku pelanggar HAM, hapus delik makar, hentikan kriminalisasi aktivis, dan tentara stop urus ranah sipil.

Demi Kesetaraan, pendemo menolak intoleransi dalam beragama. Meminta untuk menghapuskan status kawasan industri sebagai objek vital nasional, kesehatan gratis bagi semua, stop diskriminasi dan stigma terhadap buruh.

Demi Kehidupan, mahasiswa juga menuntut pemerintah menghentikan perampasan tanah, tolak reklamasi, wujudkan reformasi agraria sejati, tutup freport dan segala pertambangan yang ada di Papua, Segera beralih ke energi terbarukan, cabut ijin usaha perkebunan, tutup PT. KSO dan kembalikan 2000 hektar tanah petani Galela (Halmahera Utara) tanpa syarat.

Sejak berlangsung pukul 09.00 WIT hingga siang hari, aksi demo dalam rangka peringatan May Day berjalan aman. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Menuju “Groundbreaking” Blok Masela: 23 Keluarga Tanimbar Terima Ganti Rugi Lahan Tanpa Riak Konflik

8 Juli 2026 - 23:33 WIT

Menjaga Beranda Depan Nusantara, Lanal Tual Sentuh Hati Nelayan Kei

8 Juli 2026 - 22:18 WIT

Jebloskan Eks Kadinsos SBB ke Lapas, Jaksa Buru Aset Rp4,2 Miliar

8 Juli 2026 - 16:42 WIT

Diberitakan Papan Proyek BPJN Maluku Rp13,3 Miliar di Wailoping Seram Tiba-Tiba “Gaib”  

6 Juli 2026 - 21:05 WIT

Proyek BPJN Maluku Rp13,3 Miliar Mandek, Warga  “Diserang”  Debu Tebal  Setiap Hari

6 Juli 2026 - 00:40 WIT

Trending di Malteng