Sekilas Info

Pemda SBT Santuni Korban Kebakaran

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Mukti Keliobas memastikan untuk memberikan santunan kepada korban kebakaran yang terjadi di jalan M.S Padede, Kota Bula.

Kebakaran yang mengakibatkan dua suami istri terbakar hingga meninggal dunia dan menghanguskan empat unit bangunan, itu terjadi pukul 03.30 WIT, Minggu, 28 April 2019.

“Pasti ada santunan dari pemerintah daerah terhadap mereka yang menjadi korban kemarin. Itu pasti. Pasti dipertimbangkan (baik rumah maupun korban meninggal),” kata Mukti kepada wartawan di Gedung DPRD Maluku, Kota Ambon, Senin (29/4).

Santunan yang akan diberikan kepada korban kebakaran, kata Mukti, merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Daerah. “Kita akan pertimbangkan ada santunan sebagai bentuk kepedulian dari pemerintah daerah terhadap korban kebakaran itu. Dan Insya Allah dalam waktu dekat kita akan selesaikan,” terangnya.

Terkait dengan tidak adanya armada pemadam kebakaran (damkar), Mukti mengaku Pemda SBT memiliki dua unit. Namun tidak bisa dipergunakan, karena mengalami kerusakan. “Mobil pemadam kebakaran saya lagi taruh di rumah, untuk diperbaiki. Ada dua, cuman rusak semua,” terangnya.

Dia mengaku, keberadaan dua armada damkar yang kini rusak, karena diduga dimanfaatkan tidak sesuai dengan fungsinya. “Karena mobil pemadam kebakaran ini dia dimanfaatkan tidak sesuai dengan fungsinya,” kata Mukti.

Pemanfaatan dua unit armada yang tidak sesuai kegunaannya tersebut, lanjut dia, untuk kepentingan pribadi. Sehingga dirinya membawanya ke rumah untuk segera diperbaiki. “Kadang-kadang digunakan untuk kepentingan pribadi, makanya mobil saya tampung ke rumah dalam rangka perbaikan,” jelasnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat, pihaknya akan memperbaiki dua damkar itu agar secepatnya dapat digunakan untuk mengatasi kebakaran yang terjadi. “Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah dapat diperbaiki. Ada dua sekali yang rusak yang tidak pernah di perbaiki, sehingga tidak sempat menangani soal kebakaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda empat unit bangunan di Jalan M.S Padede, Kota Bula, Minggu (28/4) dini hari. Dua pasangan suami istri (Pasutri) meninggal dunia, terpanggang api.

Korban meninggal yaitu Muh. Aziz Hayoto Alias Jais (30) dan istrinya Nurjanah Kilwalaga (35). Pasutri yang diketahui baru menikah Bulan Maret 2019, ini terjebak dalam kobaran api, di lantai 2 apotek Amanah, tempat tinggal mereka.

Hingga kini penyebab kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIT, itu belum diketahui. Tapi diduga, kebakaran dipicu akibat lilin yang menyala setelah terjadinya pemadaman lampu oleh PLN setempat.

Selain apotik yang ludes terbakar, api juga menghanguskan satu rumah warga yang dijadikan toko pakaian dan sebuah kios di sebelahnya. Satu unit rumah lainnya ikut terbakar pada bagian atap. Beruntung, api tidak lagi merembet membakar bangunan lainnya yang berada di pusat pertokoan setempat.

“Kerugian material dalam kebakaran itu, 1 unit Apotek Amanah habis terbakar pemiliknya Samsul Hayoto. 1 unit rumah penduduk habis terbakar, pemiliknya Mursalim. 1 unit rumah penduduk bagian atap sebelah timur hangus terbakar, pemiliknya Muh. Tairin dan 1 buah kios sembako pemiliknya Juhari alias Ode,” kata Kapolres SBT AKBP Saminata.

Menurutnya, peristiwa kebakaran berlangsung saat sedang terjadinya pemadaman listrik PLN di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pemadaman terjadi sejak Sabtu (27/4) pukul 18.00 WIT.

Upaya warga dibantu TNI dan Polri memadamkan api, sia-sia. Sebab, api berhasil menjalar dan membakar 3 bangunan lainnya. Api dapat dijinakan setelah datangnya 1 unit mobil pemadam kebakaran milik PT. Kalrez, perusahan minyak. (CR1)

Penulis:

Baca Juga