Bareskrim Usut Skandal Izin BPS di Gunung Botak

Utama

Raih Suara, Eddy Sambuaga Diduga Money Politik

badge-check


					ILUSTRASI Perbesar

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Sudah bisa ditebak, perolehan suara Eddy Sambuaga, calon anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku melejit pada pemilu legislatif 2019. Sebagai pendatang baru sebagai calon senator, pria berdarah Minahasa, Sulawesi Utara diduga menghalalkan segala cara untuk meraup suara.

Putra Theo L. Sambuaga, mantan Menteri Negara Pemukiman dan Prasarana era Kabinet Reformasi Pembangunan ini bisa dibilang cerdik. Ambisinya agar meraih kursi senator, Eddy Sambuaga berhasil merangkul Walikota Ambon Richard Louhanapessy untuk membantunya “memborong” suara masyarakat Maluku.

Bahkan kabarnya, salah satu pejabat penegak hukum di Maluku ikut bergerilya untuk memenangkan Eddy Sambuaga. Jajarannya di 11 kabupaten/kota di Maluku diam-diam diinstruksikan “bermain” meraup suara untuk Eddy Sambuaga.

Menduduki jabatan strategis di group Lippo, kekayaan pria kelahiran Jakarta, 20 November 1978 ini melimpah. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi, harta calon senator nomor urut 26 ini mencapai Rp 83,9 miliar.

Nyaris tidak terdengar sosialisasi atau turun ke daerah-daerah menemui warga, Eddy Sambuaga memperoleh suara signifikan di pemilu serentak 2019. Dengan kekayaan yang dimiliknya dan kemampuannya merangkul pejabat berpengaruh di Maluku, Eddy Sambuaga mengumpulkan pundi-pundi suara di beberapa kabupaten/kota di Maluku.

Modal finansial yang mumpuni, menjelang hari pencoblosan, Eddy Sambuaga diduga melakukan serangan fajar alias kancing bayar. Money politic yang dilancarkan Eddy Sambuaga terendus di semua kabupaten/kota di Maluku.

Sekjen Saniri Alifuru (Alifuru Council), Hunanatu Matoke menegaskan, siapa pun bisa memperoleh suara pemilih. Tetapi fenomena perolehan suara Eddy Sambuaga, menurutnya sangat unik. Jauh lebih signifikan dibandingkan dengan calon lain yang memang memiliki rekam jejak di Maluku.

“Wajar, kalau kita bertanya. Ini ada apa? Dia bukan orang Maluku. Kerja politik juga tidak ada yang istimewa. Tetapi semua orang tahu kalau yang bersangkutan pengusaha. Kita butuh wakil di pusat yang benar-benar memahami kepentingan Maluku. Kalau benar terjadi politik uang, kami sayangkan, karena itu sama mengambil manfaat atas kemiskinan di Maluku,” tegas Matoke, kemarin.

Maluku merupakan salah satu provinsi termiskin di Indonesia. Kekayaan alamnya banyak yang diambil, sehingga ia berharap, agar tidak lagi mengambil kesempatan anak Maluku di arena politik.

“Sekarang ini benar-benar sangat memalukan. Kita sebagai orang Maluku seolah-olah tidak mampu mewakili dirinya sendiri di pusat. Ini bukan soal politik identitas, tetapi soal keadilan bagi anak Maluku. Tentu tidak ada masalah kalau dia menang karena memang dicintai pemilih di Maluku, tapi kalau dipilih karena memanfaatkan kesusahan orang Maluku, saya kira ini yang menjadi masalah,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Lapas Ambon Perkuat Mental Spiritual Warga Binaan Selama Ramadhan

19 Februari 2026 - 11:42 WIT

Warga muslim di Leihitu Maluku Tengah puasa 1 Ramadhan Selasa

17 Februari 2026 - 20:42 WIT

Cetak Generasi Tangguh, Lanud Pattimura Gelar Persami KKRI 2026 bagi Pelajar Maluku

14 Februari 2026 - 19:19 WIT

Skandal UP3 Tanimbar, Dugaan Pelanggaran Prosedur Pembayaran Proyek Ratusan Miliar

7 Februari 2026 - 12:11 WIT

Maluku Raup Rp 6 Triliun dari Pajak Impor, Investasi Tembus Rp365 Triliun

6 Februari 2026 - 00:39 WIT

Trending di Maluku