KABARTIMURNEWS.COM, AMBON – Meskipun bukan anak asli Maluku, Eddy Sambuaga maju sebagai calon anggota DPD RI dapil Maluku di Pemilu 17 April 2019. Dia menjadi rival 28 putra-putri terbaik Maluku.
Ketua LSM Pukat Seram, Fahri Asyatrhy menilai ada hidden strategi atau agenda tersembunyi dibalik pencalegan Eddy mewakili Maluku sebagai senator.
“Eddy bukan anak daerah, dia nekat nyalon mewakili Maluku, itu berarti ada hidden strategi yang dijadikan sebagai garansi. Tapi semua berpulang ke masyarakat. Yang jelas, Eddy ini hanya memanfaatkan moment,” kata Fahri kepada Kabar Timur, Minggu (14/4)
Menurut Assyatri, calon DPD RI nomor urut 26 itu tidak salah mewakili Maluku karena itu hak politik. Namun kehadirannya di Maluku ketika ada moment secara moril tentu saja kurang etis.
Dikatakan, untuk meraih kemenangan di Pemilu 17 April 2019, hanya ada tiga komponen yang harus dikuasai, yakni kuasai hati rakyat sebagai pemilih, kuasai hati pihak penyelenggara pemilu dan hati pejabat pemerintah.
“Cek aja di tiga instrumen itu. Basis kekuataannya di tingkat pemilih bagaimana? Kedekatannya dengan penyelenggara bagaimana serta keakrabannya dengan pemerintah sejauh mana,” tandasnya.
Soal kuasai hati pemerintah, lanjut Fahri, bukan saja pemerintah di daerah, melainkan juga pemerintah pusat. Pada tiga komponen itu, orang melakukan lobi dan pendekatan untuk mencapai maksud. Tergantung pendekatan model apa yang hendak dipakai.
Keputusan Eddy bertarung di DPD RI juga tentunya karena modal finansial, namun disandingkan dengan tiga komponen dimaksud tentu belum memadai. Dan yang paling utama setelah tiga komponen itu, adalah seorang calon senator harus paham betul kondisi kekinian maupun aspirasi daerah ini.
Apakah rakyat Maluku pantas memilih Eddy? Lagi-lagi Fahri menyatakan tergantung rakyat. Rakyat mau lihat track record atau rekam jejak Eddy sebagai pendatang politik yang cuma numpang lewat namun tidak memiliki ikatan emosional kultural, atau menganggapnya bisa membawa aspirasi Maluku.
PETAHANA TIDAK MAMPU
Sementara itu, sorotan terhadap anggota DPD RI mulai mengemuka. Kehadiran mereka selama ini dinilai tidak maksimal di Senayan. Karena itu diharapkan calon senator ke depan adalah mereka yang lebih mampu, terutama dalam memperjuangkan isu-isu strategis daerah.



























