Sekilas Info

Pengamanan Pemilu Fokus Titik Rawan

Pengamanan Pemilu Fokus Titik Rawan

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Kapolda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa menegaskan, pengamanan Pemilu serentak 2019 difokuskan di sejumlah titik rawan. Caranya membentuk tim mobile yang akan terus bergerak.

Hal itu dilakukan, mengingat kondisi keamanan tidak menentu. Sehingga perkuatan atau penebalan personel saat ini telah disiapkan, selain petugas pengamanan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kekuatan pengamanan mobiling, dia bergerak. Kekuatan yang suatu saat bisa digunakan kapan saja. Karena situasi fluktuatif,” kata Royke usai rapat konsolidasi sinergitas bersama pemangku kepentingan dalam rangka pemantapan kesiapan mensukseskan Pemilu tahun 2019 di Provinsi Maluku di Santika Hotel, Kota Ambon, Rabu (10/4).

Sistem pengamanan tidak terpaku terhadap pola lama. Polisi akan konsentrasi di sejumlah titik rawan seperti di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah dan lain sebagainya.

“Kami siap mengamankan Pemilu. Kami Polda siapkan kurang lebih 5000 personel dan TNI 300 personel,” ujarnya.

Saat menjalankan tugas pengamanan, Kapolda telah memerintahkan personilnya menindak tegas pengacau atau orang yang berani mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Warga yang mencoba melakukan pelanggaran pemilu pasti ditindak tegas. Ancamannya 2 tahun, (denda) Rp24 juta. Mengganggu orang coblos, intimidasi tidak boleh. Yang biking kacau kita tangkap,” tegasnya.

Jenderal bintang dua ini mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih sebagai warga negara sebaik-baiknya. Warga diminta untuk menggunakan hak untuk dirinya, orang lain, maupun bangsa dan negara, serta menjaga kedamaian.

Menurutnya, Pemilu merupakan pesta demokrasi sehingga dalam menyambutnya harus dengan hati yang senang, dan ceria, sambil mengikuti semua petunjuk yang telah diberikan, bukan sebaliknya menjadi tegang.

“Namanya juga pesta. Pesta itu kan harus senang, ceria, bukan tegang. Polri dan TNI siap mengamankan. Siap memberikan pelayanan yang terbaik, agar semua berjalan lancar,” kata dia.

Memilih dalam Pemilu, lanjut Kapolda, pasti ada perbedaan. Ini merupakan hal yang biasa. Perbedaan bukan saja terjadi di Pemilu, namun di mana saja. Perbedaan-perbedaan tersebut harus menjadi penambah kerukunan.

“Orang Ambon, orang Maluku, jangan terpancing dengan tempat lain. Ambon itu city of music.  Jadi mari kita manyanyi deng manari. Jangan terganggu dengan orang lain,” ajaknya.

Menanggapi adanya isu golput, mantan Kakor Lantas ini mengaku hal tersebut bukan saja terjadi di Indonesia, tapi melanda semua negara. Menurutnya, golput terjadi karena berbagai hal. Namun ia berharap, Pemilu 2019 semua masyarakat khususnya di Maluku dapat berpartisipasi.

“Golput itu semua negara ada. Golput itu mungkin karena dia malas atau segala macam, atau ketidaktahuannya. Atau dia ada pi (pergi) jalan-jalan. Karena mentang-mentang pemerintah sudah resmi nyatakan tanggal 17 (April 2019) itu libur nasional,” canda Royke. (CR1)

Penulis:

Baca Juga