Empat Bangunan SLB Mubazir

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Hingga tahun 2019 ini, terdapat Empat bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dibangun oleh empat Kabupaten/kota di Maluku sejak tahun 2011 menggunakan APBD. Namun, hingga kini bagunan-bangunan tersebut belum juga difungsikan sesuai dengan peruntukannya sehingga dianggap mubazir.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Jahja S. Baljanan, membenarkan adanya empat bangunan SLB yang belum difungsikan hingga 2019.

"Empat bangunan tersebut dibangun ditempat Kabupaten/kota yakni Kepulauan Aru, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kota Tual menggunakan APBD. dan bangunannya itu telah berdiri kokoh tapi yang jadi persoalan belum difungsikan, " jelasnya kepada wartawan Rabu (10/4) kemarin.

Dikatakan, empat bangunan tersebut diketahui tidak memiliki masalah. Karena itu pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar empat bangunan SLB bisa difungsikan supaya tidak terkesan Mubazir.

"Saya baru menjabat disini 2 tahun. Dan persoalan ini baru saya ketahui, makanya saya sedang melakukan koordinasi agar bangunan SLB itu bisa secepatnya difungsikan. Kan Mubazir namanya kalau gedung yang sudah jadi dan berdiri kokoh tidak digunakan sesuai peruntukannya, "paparnya.

Dikatakannya, SLB sangat memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Maluku, untuk itu, diharapkan harus ada kerja sama antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi Maluku, guna mengoptimalkan operasional empat gedung SLB yang belum difungsikan tersebut.

Dirinya juga yakin, dengan terpilihnya Gubernur Maluku Baru, periode lima tahun mendatang, yakni Murad Ismail, semoga saja persoalan yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa yang ada dipelosok Provinsi raja-raja bisa diatas dan diperhatikan sehingga tidak lagi ada yang namanya bangunan pendidikan Mubazir.

"Gedung sudah ada tapi belum difungsikan, berarti secara tidak langsung dari sisi pendidikan kita rugi. Maka saya sangat yakin, Gubernur Maluku yang baru ini, pasti akan melihat hal-hal tersebut. Karena kalau berbicara tentang pendidikan itu merupakan salah satu faktor dalam menunjang segala aspek kemajuan di Provinsi Maluku, " paparnya. (Mg5)

Penulis:

Baca Juga