Sekilas Info

Dewan Khawatir Dampak Kegaduhan di Medsos

ILUSTRASI

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Masyarakat Maluku diminta untuk lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial dengan tidak melakukan hujatan, makian, atau fitnahan terutama menjelang pesta demokrasi pemilihan umum 17 April 2019.

"Terkadang saya membuka medsos seperti Facebook, ternyata ditemukan banyak penggunanya saling menghujat, menjatuhkan, bahkan sampai menyebutkan kata-kata yang tidak pantas," kata wakil ketua komisi A DPRD Maluku, Constansius Kolatfeka di Ambon, Selasa.

Menurut dia, momentum Pemilu seharusnya membuat masyarakat semakin lebih dewasa dalam berpolitik dan bisa menggunakan media sosial sebagai wadah menyampaikan karya-karya yang bisa diterima oleh semua pihak dan menjadi tempat pembelajaran.

Salah dalam menggunakan medsos juga bisa menimbulkan kegaduhan dan melahirkan kebencian yang dapat memancing permusuhan serta menimbulkan perpecahan umat.

"Kami mengimbau agar masyarakat bisa menahan diri dan berpikir jernih sebelum berucap, terutama dalam menyampaikan pendapat atau gagasan agar tidak menimbulkan keresahan karena masyarakat sekarang ini membutuhkan kedamaian, keamanan dan kenyamanan," ujar Constansius.

Seiring dengan makin pesatnya kemajuan teknologi informasi maka media sosial cenderung dimanfaatkan untuk menyampaikan berita-berita bohong, hoaks atau ujaran kebencian, isu SARA hingga mengumbar kejelekan pihak-pihak tertentu.

Hal itu tentunya bisa menimbulkan kegaduhan dan melahirkan kebencian serta permusuhan.

"Kalau tidak didasari fakta atau data dalam menyebarkan informasi melalui medos tentunya sangat berisiko dan pelakunya bakalan berusan dengan masalah hukum," tandasnya.

Aturan hukum di negara ini sudah jelas, baik melalui KUH Pidana maupun Undang-Undang ITE yang membuat pelaku penyebar hoaks atau pun pencemacaran nama baik akan dipidanakan. (AN/KT)

Penulis:

Baca Juga