Sekilas Info

KPK Klaim Berhasil Ungkap Kebohongan Masikamba

RUZADY ADJIS/KABAR TIMUR -----La Masikamba jalani pemeriksaan sebagai terdakwa sidang lanjutan perkara suap pajak KPP Pratama Ambon di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (9/4).

KABARTIMURNEWS.COM, AMBON - Jaksa KPK akhirnya memperlihatkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terdakwa gratifikasi La Masikamba. Ternyata nilai hutangnya di laporan tersebut hanya Rp 250 juta, jauh sekali dari angka Rp 8 miliar temuan KPK di rekening pengacara Mohammad Said, yang diklaim Masikamba sebagai pinjaman.

Sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi yang digelar KPK di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon, kemarin disebut oleh dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Abdul Haris Arhadi dan M Takdir Suhan sebagai puncak pembuktian terhadap semua kebohongan Masikamba. Pinjaman atau hutang senilai Rp 8 miliar yang diduga KPK sebagai gratifikasi seharusnya dilaporkan melalui LHKPN, tapi itu tidak dilakukan.

Ini membuat dugaan gratifikasi Masikamba makin terang. Dalih aliran dana dari pihak lain yang disebutnya pinjaman mulai lemah. Namun kesempatan masih ada untuk dirinya, dengan menghadirkan saksi-saksi meringankan yang mampu membuktikan kalau semua duit bermasalah itu adalah pinjaman.

“Kita tidak bisa berbuat banyak, tapi untuk meringankan terdakwa, kami akan berupaya hadirkan saksi-saksi yang perna mengembalikan pinjaman-pinjaman itu,” ujar M Iskandar SH, penasehat hukum La Masikamba kepada Kabar Timur di persidangan lalu.

Pantauan Kabar Timur di persidangan, kemarin, Masikamba masih mampu menjawab semua pertanyaan lima majelis hakim maupun jaksa KPK, sekalipun memojokkan dirinya. Kepiawaian terdakwa menyampaikan alasan patut diacungi jempol, 5 majelis hakim bahkan dua jaksa penuntut KPK beberapa kali terlihat menahan kesal, karena Masikamba tetap menyatakan duit yang mengalir ke rekening Mohammad Said yang hampir mencapai Rp 8 miliar itu adalah pinjaman.

Namun Masikamba tak berkutik, saat dua JPU KPK memperlihatkan ke layar slide proyektor hasil rekap bukti transfer dari sejumlah orang ke 2 nomor rekening Mohammad Said yang dipakai Masikamba. Lalu disusul LHKPN sejak tahun 2013 hingga 2017, yang mana Masikamba tidak pernah memasukkan nilai hutang, kecuali tahun 2017 sebanyak Rp 250 juta.

Menjawab Kabar Timur JPU M Takdir Suhan menyatakan, kebohongan Masikamba telah terungkap. “Kami sudah dapat poin pentingnya, untuk dimasukkan ke dalam tuntutan. Poin penting itu adalah fakta sidang berupa data LHKPN paling update. Dan fakta paling nyata kalau dia 95 persen berbohong, dia tidak bisa membuktikan hitam di atas putih kalau semua uang itu pinjaman,” terang M Takdir Suhan usai persidangan La Masikamba, Selasa kemarin.

Menurut Takdir, data LHKPN paling update tersebut merupakan fakta yang tak terbantahkan terkait dugaan gratifikasi Masikamba. Duit senilai Rp 7,9 miliar yang ditampung di rekening Mohammad Said yang disebut-sebut dekat dengan Masikamba, lantaran sering datang di ruang kerja eks kepala KPP Pratama Ambon itu seharusnya dilaporkan di LHKPN. Tapi nyatanya, yang dilapor hanya pinjaman sebesar Rp 250 juta di salah satu bank pemerintah.

Di persidangan kemarin, nama Wa Ode Nurhaya bin Umar juga mengemuka, dan dikejar oleh majelis hakim maupun kedua JPU KPK. Nama perempuan asal kota Sorong Provinsi Papua Barat itu, disebut-sebut karena berkaitan erat dengan duit senilai Rp 2,8 miliar yang ditransfer ke Ode Nurhaya melalui rekening Sujarno, yang diakui kerabat Nurhaya sebagai kerabatnya.

Terkait nama perempuan ini, terdakwa Masikamba menepis Nurhaya merupakan isteri simpanan. Dia menyatakan, Nurhaya adalah rekan pengurus paguyuban masyarakat Sultra di kota Sorong kala dirinya bertugas selaku Kepala Kantor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

JPU Abdul Haris dan M Takdir Suhan mengejar hubungan Masikamba dengan Nurhaya untuk mencari benang merah duit yang diduga hasil gratifikasi. Tapi oleh Hakim Pasti Tarigan, kedua JPU KPK itu diingatkan tidak terlalu jauh masuk ke ranah pribadi terdakwa dengan perempuan tersebut. Tarigan hanya menyimpulkan kalau antara Masikamba dengan Nurhaya memiliki hubungan “dekat.” (KTA)

Penulis:

Baca Juga